Peringatan Hari Nelayan, Penghargaan Tertinggi Pemerintah Kepada Nelayan

HARI ini merupakan Hari Nelayan Indonesia. Peringatan Hari Nelayan merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah untuk nelayan. Sebanyak 60 persen, penduduk Indonesia berada di pesisir. Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan essensi dari peringatan Hari Nelayan adalah bagian dari kearifan lokal nelayan Indonesia kepada alam.

Indonesia merupakan negeri kepulauan yang besar. Gugusan kepulauan Indonesia terbentang sebanyak 17.508 pulau. Sementara posisi Indonesia tepat berada pada letak yang strategis yaitu diapit oleh dua benua, yaitu Asia dan Australia dan dua samudera, Hindia dan Pasifik. Kondisi yang demikian menjadikan wilayah Indonesia didominasi oleh wilayah perairan dan merupakan negara dengan garis pantai terpanjang ke dua di dunia setelah Kanada, dengan panjang pantai 95.191 km. Oleh karena itu, selain mayoritas rakyat Indonesia bekerja sebagai petani, rakyat Indonesia juga bekerja pada sektor nelayan, khususnya masyarakat yang hidup di wilayah pesisir.

Sebagai salah satu sektor produktif dan merupakan salah satu sumber kemakmuran bangsa, nelayan sudah sepatutnya diberikan jaminan kesejahteraan dan dilepaskan dari kemiskinan akut yang selama ini membelenggu. Semangat untuk mengangkat derajat nelayan dahulu sempat mengemuka, beriring dengan semangat kemandirian dan kedaulatan negara, sehingga kemudian munculah penetapan bahwa 06 April adalah harinya nelayan Se-Indonesia.

Hingar bingar kedaulatan nelayan atas laut seperti hilang tertelan zaman. Kondisi nelayan Indonesia saat ini masih terus dirundung permasalahan, khususnya permasalahan kesejahteraan. Nelayan seharusnya menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa dan negara yang berdaulat untuk terus menopang kehidupan seluruh rakyat dengan produksi hasil tangkapannya. Para nelayan tradisional menangkap ikandengan mengunakan cara yang ramah lingkungan dan menjadikan laut sebagi rumah mereka. Nelayan telah menganggap laut sebagai peradaban yang memberikan sumber kehidupan sejak nenek moyang mereka hidup di daerah pesisir. Sehingga Nelayan akan selalu menjaga ekosistem yang berkelanjutan di laut, karena selain laut menjadi mata pencarian Nelayan, laut juga telah membentuk kebudayaan masyarakat Nelayan di daerah pesisir Indonesia.

Namun saat ini kenyataannya, Nelayan justru semakin terjerumus pada jurang kemiskinan. Kemiskinan yang terus melanda sektor nelayan ini dapat tercermin dari data yang disuguhkan pemerintah.  Dari jumlah rakyat miskin di Indonesia berjumlah 31,02 juta jiwa, sebanyak 7,87 juta jiwa adalah Nelayan. Dan ironinya setiap tahun nelayan semakin berkurang karena disebabkan hilangnya hak atas akses laut dan terbitnya undang-undang yang menghambat nelayan untuk melaut.Selain itu, pendapatan rata-rata nelayan yang hanya berkisar Rp.30.000,-/hari membuat nelayan tak berdaya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Kementerian Kelautan dan Perikanan merilis bahwa setiap tahunnya Indonesia kehilangan 31.000 nelayan atau sekitar 116 nelayan setiap harinya.

Kini kedaulatan dan keperkasaan Nelayan yang menjaga kelestarian setiap laut di Indonesia, menjadi cerita belaka saja bahkan menjadi mitologi lagu “Nenek moyangku seorang Pelaut”. Kenyataannya Nelayan di Indonesia kini menjadi sektor golongan masyarakat yang miskin dan sangat jauh dari ukuran kesejahteraan untuk menguasai laut. Oleh karena itu, dalam momentum Hari Nelayan Nasional 06 April 2015, Mari kita berikan kedaulatan sejati bagi Nelayan, Tolak kebijakan yang telah diterbitkan Menteri Kelautan dan Perikanan yang anti kesejahteran Nelayan, serta Berikan hak Nelayan atas akses laut.[]

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *