Dr Dessy Hermawan: Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati

MENGENAKAN batik cokelat saat ditemui di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati, Kamis 07 April 2016. Pria ini tampak ramah, namun tak mengurangi kewibawaannya. Dr Dessy Hermawan S Kep Ns M Kes begitu nama lengkapnya, ia adalah Wakil Rektor III Universitas Malahayati.

Pria yang akrab disapa Dessy ini bergabung dengan Malahayati sejak 2003. Mengawali karirnya sebagai dosen tetap sekaligus koordinator Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Akademi Keperawatan (Akper). Ia adalah lulusan starta satu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2000 dan melanjutkan profesi Ners di kampus yang sama.

Setelah lulus strata dua Program Studi (Prodi) Ilmu Kedokteran Dasar (IKD) dan Biomedis di UGM, pria kelahiran Palembang, 08 April 1977 ini sempat menjabat sebagai sekretaris prodi PSIK Malahayati pada 2005. Dilanjutkan dengan menjadi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) pada 2007. Tak sampai disitu, prestasinya membawa ia menjadi koordinator Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) pada 2011.

Target pendidikan yang ia dambakan pun terwujud, yakni ingin menyelesaikan pendidikan gelar doktor sebelum usianya genap 40 tahun. Alhasil ia mampu menyelesaikan target itu bahkan jauh sebelum usia yang ia targetkan, yaitu pada 2013 sebagai dokter IKD dan Biomedis di UGM. Dan pada tahun perolehan gelar itu ia menjabat sebagai Kaprodi PSIK Malahayati. Dan pada Oktober 2014 ia resmi menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati.

Ayah dari dua orang anak ini sangat menyukai organisasi, ia aktif mengikuti organisasi sejak SMA hingga menjadi seorang Wakil Rektor pun ia tak telepas dari oragnisasi. “Saya yakin dengan organisasi ini menyiapkan kita bukan hanya pandai secara kognitif tetapi juga pandai secara soft skill,” katanya.

Menurutnya soft skill ini adalah ilmu komunikasi, kepemimpinan, gaya bicara, sopan satun itu tak pernah diajarkan dalam proses belajar, tetapi lebih didaptkan dalam berorganisasi. “Pendidikan formal itu penting, tapi organisasi adalah pendukung dari proses pembelajaran,” kata Dessy.

Pria asal Palembang itu mengaku terkesan dengan Universitas Malahayati terutama pada segi pembangunan fisik yang pesat. Ia berharap Malahayati ini terus berkembang, tidak hanya pada fisik tetapi juga pada kegiatan untuk mencapai visi misi dapat berjalan dengan baik. “Tri darma perguruan tingginya juga terus berjalan serta  Malahayati lebih maju, baik kampusnya maupun masyarakat kampusnya. Dan semoga prodinya bertambah diikuti kenaikan akreditasinya,” kata Dessy menambahkan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − thirteen =