Wakil Rektor III: Kegiatan Kemahasisiwaan Harus Bersinergi Dengan Akademik

DOKTOR Dessy Hermawan S Kep Ns M Kes, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati. Pria ini tampak ramah menyambut kedatangan malahayati.ac.id di ruangannya lantai 5 gedung Rektorat Universitas Malahayati, Kamis 07 April 2016.

Mengenakan batik bercorak dengan padupadan warna coklat dan hijau menambah kewibawaannya. Pria yang akrab disapa Dessy ini menceritakan kondisi kemahasiwaan di Universitas Malahayati. “Perkembangan kemahasisiwaan masih memprihatinkan, minat mahasisiwa rendah, banyak Unit Kegitan Malahasisiwa (UKM) yang peminatnya sedikit,” ujar Dessy.

Dessy merasa masih banyak UKM yang belum mandiri. Support dari pihak kampus juga masih rendah. “Saya merasa belum bisa memberikan yang terbaik, terutama prihal pendanaan,” ujar Dessy.

Kabar Baiknya, pada Januari 2016 lalu, Rektor Universitas Malahayati telah menandatangani Surat Keputusan prihal perekrutan dana kemahasisiwaaan. “Alhamdulillah, Januari lalu Rektor menandatangani SK tentang perekrutan dana kemahasisiwaaan, dengan nominal Rp 50.000 persemester dan Rp 100.000 ketika adik-adiik lulus, jadi jangan terkejut ketika mau Ujian Akhir nanti ada tarikan uang,” Ujar Dessy

Dessy berharap agar dengan adanya dana tersebut kemahasiswaan di Universitas Malahayati dapat berkembang dengan baik. “Harapannya dana tersebut bisa memutar organisasi, sebaik apapun UKM realisasinya pasti dengan dana, maka kami support dengan dana tersebut,” ujar Dessy.

Ia juga mengapresiasi semangat para tokoh mahasisiwa yang luar biasa. Bahkan banyak yang mengorbankan uang pribadi untuk kepentingan organisasi. Selain itu, ia juga berharap agar UKM dapat menciptakan kegiatan yang tidak hanya melatih soft skill juga menghasilkan pendanaan untuk kehidupan organisasi tersebut.

Dessy juga mengimbau agar mahasisiwa peduli dengan organisasi.”Orang sukses biasanya adalah mantan-mantan aktifis dikampusnya, tapi kita harus bisa memilih waktu belajar, nah organisasi mendukung,” ujar Dessy. Ada nilai lebih dari seorang aktivis dibanding mahasiwa yang hanya kuliah pulang kuliah pulang (kupu-kupu). Karena banyak ilmu yang didapat dari berorganisasi seperti  ilmu komunikasi, kepemimpinan, gaya bicara, sopan satun itu tak pernah diajarkan dalam proses belajar. Tetapi didapatkan dalam berorganisasi.

Fungsi dari kemahasiswaan itu sendiri mendukung proses pembelajaran untuk mencapai visi misi Universitas. Dessy juga mengatakan, salah satu indikator kegiatan kemahasisiwaan yang baik adalah yang bersinergi dengan akademik. “Kemahasiswaan harus bersinergi, karena yang utama memang akademik, kemahasisiwaan ini hanya mensupport, seperti SAR Medis yang terkait dengan ilmu kedoteran, Menwa dengan orang-orangnya yang memiliki jiwa patriotisme, dimana itu semua bersinergi dengan akademik tidak ada yang bertolak belakang,” ujar dessy mengakhiri perbincangannya dengan malahayati.ac.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =