Sumpah Dokter Periode ke-37 Universitas Malahayati

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Juga dihadiri perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta Dikrektur Rumah Sakit umum Abdul Moelok dan Direktur Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Lampung.

Terlihat juga Rektor, Dekan dan Kaprodi Fakultas Kedokteran dalam acara ini. Mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” acara ini diawali dengan tari kreasi tradisional. Adapun lima peserta predikat IPK tertinggi, dengan perolehan IPK 3,95 yaitu, dr Restu Ayu Noviyanti, dr Meiliani Dwi S, dr Tara Berliandhi, dr Martini, dr N K Widhia Puspitasari.

Sumpah Dokter sendiri adalah sumpah yang diucapkan oleh seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dibidang kesehatan dan akan menjalani profesi dokter secara resmi. Sumpah Dokter Indonesia didasarkan atas Deklarasi Jenewa tahun 1948 yang isinya menyempurnakan Sumpah Hippokrates (sumpah yang secara tradisional dilakukan oleh para dokter tentang etika yang harus mereka lakukan dalam melakukan praktik profesinya).

Lafal Sumpah Dokter Indonesia pertama kali digunakan pada tahun 1959 dan diberikan kedudukan hukum dengan Peraturan Pemerintah No.69 Tahun 1960. Sumpah dokter mengalami perbaikan pada tahun 1983 dan tahun 1993.[]

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =