Kesan Izzad, Mahasiswa UPM saat Berkunjung ke Metro

MAHASIWA Universitas Putra Malaysia (UPM) mengikuti kegiatan kunjungan ke Metro, Lampung pada Rabu, 13 April 2016. Mahasiswa UPM berkunjung bersama Lolita Sary SKep MKes selaku Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dan didampingi oleh Zaenal Abidin, dosen pembimbing dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) serta diikuti juga oleh seluruh mahasiwa tingkat 2 dari FKM Universitas Malahayati.

Kunjungan dengan bus Universitas Malahayati berangkat mulai pukul 08:00 WIB dan sampai di Metro pukul 09:30 WIB. Kunjungan pertama menuju Dinas Kesehatan Kota Metro. Mahasiswa UPM bersama Universitas Malahayati disambut dengan sambutan yang sangat unik yaitu dengan meminum jamu (air ramuan herbal khas indonesia). Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan istimewa dari Ketua Dinas kesehatan Kota Metro. Isi sambutannya ingin mengajak kerja sama dalam pendidikan dan penerapan kesehatan masyarakat antara dua negara Malaysia dan Indonesia.

Setelah melaksanankan kegiatan diskusi mengenai kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan kota Metro. Mahasiswa UPM dan Universitas Malahayati melanjutkan perjalanannya ke kebun kolektif herbal. “Sangat menarik sekali kebun ini. Kebun yang yang disediakan oleh masyarakat kampung sendiri, denagn penuh suka rela. kebun ini memakai pupuk organik juga dari perternakan kampung setempat,” kata Izzad.

Dilanjutkan kunjungan ke posyandu. Posyandu adalah pusat pelayanan kesehatan massyarakat kesehatan ibu dan anak. “Klinik kesehatan ibu dan anak sebutan di Malaysia,” ujar Izzad.

Izzad menambahkan kesannya terhadap posyandu kota Metro adalah dalam pengelolaannya yang dipegang oleh ibu-ibu masyarakat kampung tersebut. Posyandu juga mengadakan tiga kali kegiatan tiap bulannya, yaitu untuk pelayanan ibu dan anak, khusus untuk anak dan orang tua.

Setelah dari posyandu, kunjungan selanjutnya ke puskesmas Sumber sari Bantul, disana mereka mempelajari mengenai obat herbal tradisional.

“Walaupun obat tradisional sudah mulai terlupakan dalam era modern ini, tapi masyarakat masih mencoba untuk memakai dan mempelajari mengenai obat tradisional,” kata Izzad menambahkan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *