Samaun Samadikun; Bapak Mikroelektronika Indonesia

Prof Dr Samaun Samadikun  (lahir di Magetan, Jatim, 15 April 1931– meninggal di Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia, 15 November 2006) adalah insinyur, pendidik dan ilmuwan Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Mikroelektronika Indonesia.

Samaun lulus sebagai insinyur Jurusan Teknik Elektro di Intitut Teknologi Bandung (ITB). Kemudian pada tahun 1971 ia meraih gelar Doktor filsafat dibidang teknik elektro dari Universitas Stanford di Amerika Serikat.

Ia mengawali karirnya sebagai dosen jurusan Teknik Elektro, ITB pada tahun 1957.  Ia juga sempat menjabat sebagai Direktur Binsarak DIKTI selama lima thaun hingga tahun 1978. Selain itu ia juga menerima jabatan pada Departemen Pertambangan dan Energi pada tahun 1978 – 1983 serta ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada tahun 1989 – 1995.

Samaun juga merupakan salah satu pendiri dari Akademi Ilmu Pengetahuan Islam dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Ia turut menulis banyak publikasi ilmiah bidang tunnel diodes, instrumentasi nuklir, fabrikasi IC, energi, industri elektronika, dan pendidikan serta editor buku “mikroelektronika”. Karyanya tersebut tidak hanya berkutat secara nasional namun juga internasional.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memberikannya penghargaan Adhikara Rekayasa atas jasanya di bidang ilmu pengetahuan pada tahun 1984. Selain itu, samaun juga memperoleh penghargaan dari pemerintah Indonesia berupa medali Pengabdi Ilmiah Nasional pada 1978, dan Medali Mahaputra Utama pada 1994.

Untuk penghargaan di tingkat Internasional Samaun memperoleh “The 1998 Award of the Association of South Eastern Asian Nations (ASEAN)” untuk menghargai dedikasinya di bidang ilmu pengetahuan.

Ia memiliki cita-cita menjadikan kota Bandung sebagai “Kota Chip” di Indonesia. Ia merupakan sosok yang memprakarsai program Bandung High Technology Valley (BHTV). Ia juga terus mendorong kemajuan industri elektronika dengan  investasi global. Baginya, kemajuan industri elektronika Indonesia harus diukur dari jumlah nilai ekspor dan jumlah lapangan kerja. |Sumber : id.wikipedia.com dan sumber lainnya

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =