Puisi “Rindu Dalam Keangkuhan” Karya Arief Sofyan

Rindu Dalam Keangkuhan

Karya Arief Sofyan

Diantara butanya citra malam
Hati ini pedih
Merasa teriris yang menahan kerinduan padamu…
Pelangi wajahmu yang menghiasi langit biru dimataku…
Untaian kasihmu yang selama ini bagai bayangan membelai lembut jiwaku
Teduh dan damai diriku seandainya berada di bibir syurga kehangatanmu
Tapi semua hanya akan mencambuk diriku
Yang selalu mendera anganku
Semua itu tak akan pernah terasa
Jauhh…jauh…dan jauh…

Tiba-tiba…!!!
pelangi itu muncul
Matahari itu bersinar
Tawamu mengajakku, kehangatanmu kurasakan
Wajah ini berseri karna kemilau cahayamu
Dan bibir ini bak pemahat mengukur
Senyum menyongsong matahariku

Tapi hanya sesaat…
Sekilas tampak dalam batas pandanganku
Setitik mendung…
Awan menyambutnya dan bergelayu
Menina bobokkan sang surya…
Rembulan menangis…
Pelangikupun lari karna lecutanmu
Sang surya terlelap erat-erat memejamkan mata gelap…

Tangismu rembulan…
Kudengar menyeyat meluluhkan hati
Butiran tetesmu bagai duri menghujani jiwa
Dingin…dingin
Mana kehangatan yang tadi kau tampakkan
Jiwaku menggigil…
Kenapa kau selimuti aku dengan air matamu

Oh…rembulan
Dimana  matahariku…
Dimana pelangi hidupku…

Hariku bosan
Jiwaku lapuk
Kakiku lumpuh
Dimana kau sembunyikan dia
Dimana kau larikan sinar hidupku…

Mendung…
Salah siapakah semua ini
Kabutmu yang kelabu benar-benar mewakiliku
Biru langitmu melukiskan kehidupanku
Bunga dihatiku tumbuh…
Tapi…
Berserikah dia tampa cahaya matahari
Yang kau luputkan dari pandang mataku…
Tidak…
Dia tak akan tumbuh
Dia tak akan berkembang
Dia tak akan pernah berseri

Banggakah dia tumbuh dengan dasar tanah yang kering dan tandus…
Pantaskah dia berkembang diantara senja yang merona merah…

Aku tak akan pernah menyesali semuanya TUHAN
Andai semua kau kembalikan
Jangan sembunyikan dia matahariku
Kehangatannya selalu menyenandungkan
Lagu rindu tuk menyelimuti jiwaku
Aku merindukan sentuhannya yang lembut
Aku membutuhkan perlindungannya dari duri
Yang mengiringi roda kehidupan
Yang berputar.
Aku rindu semuanya…
Aku ingin selalu melihatnya setiap saat

Aku ingin langkahku diiringi do’anya Dan tawa kecilnya
Dia matahariku..
Dia lenteraku…
Jangan  temaramkan sinarnya…

Dia…dia…
Dialah yang selama ini kuimpikan
Dialah orangnya.
Dia adalah AYAHKU
Nama yang tak pernah kusebut
Selama ini dari mungilnya bibirku… Oh…TUHAN…
Tunjukkan kebesaranmu
Kembalikan dia dalam hidup ini
Persatukan kami

Tentang Penulis

Arief Sofyan, Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Malahayati. Ia juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Mahasisiwa Unversitas Malahayati (DPM-U).

website: www.sophy119.tk

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *