dr Hetti Rusmini M Biomed; Dosen Supel, Alumni FK Malahayati

DOKTER supel dan ramah ini bernama lengkap dr Hetti Rusmini M Biomed. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malahayati yang kini menjadi seorang dosen di tempat ia menimba ilmu dulu. Menariknya, sejak pertama ia masuk kuliah hingga menyelesaikan gelar Magisternya, ia dibiayai program beasiswa penuh dari Malahayati.

“Awalnya passion saya dibidang hitung menghitung, makanya saya sempat coba di STAN dan Unila. Orang tua saya yang merekomendasikan agar kuliah di Fakultas Kedokteran karena ada program beasiswa waktu itu. Dengan separuh hati saya coba menyenangkan mereka. Ternyata setelah setahun saya jalani, akhirnya saya meneguhkan hati dan yakin kalau saya memang tepat kuliah di FK Malahayati. Saat itu bahkan IPK saya sempat 3,94, bukti kalau memang saya mampu dan harus terus berjuang,” kata dr Hetti bercerita.

Ia juga bercerita dulu mengawali pendidikan di SDN 5 Rajabasa, lalu lanjut di SMP 8 Bandar Lampung dan SMA 9 Bandar Lampung barulah akhirnya memilih FK Universitas Malahayati di tahun 2004 silam. Setelah meraih gelar dokter di tahun 2011, ia langsung mengajar di Universitas Malahayati selama beberapa bulan di tahun yang sama. Beruntung, ditahun itu juga ia disekolahkan kembali oleh Yayasan agar meraih gelar Magister di Universitas Brawijaya Malang. Sepulangnya dari Malang di tahun 2014, ia kini mulai aktif mengajar kembali di Malahayati hingga sekarang.

Menurutnya, sekolah itu merupakan perjuangan, akan banyak sekali hal yang dikorbankan dalam perjuangan. Baik waktu, tenaga, pikiran, materi dan masih banyak lagi. Tapi percayalah, niat baik dan ikhlas untuk terus menyenangkan hati kedua orang tua kita, Insya Allah jalan kita akan dipermudah. Tak ada kata tak mungkin jika kita berjuang dengan sungguh-sungguh.

“Pendidikan itu sama, hanya bagaimana kualitas manusianya saja. Apakah dia sanggup berjuang untuk menjadi sesuatu, atau hanya berleha-leha membuang waktu. Ingat, sekolah itu jangan studi oriented atau berkutat di nilai dan nilai saja. Tapi ilmunya itu yang penting, kalu ilmunya sudah diserap pasti nilainya bagus. Kalau hanya orientasi pd nilai ujung-ujungnya melakukan hal curang toh,” kata dr Hetti menggebu-gebu.

Ia berpesan kepada Mahasiswa Malahayati untuk terus mengejar kesuksesan dengan keteguhan hati. Berjuang dan berdoa itu wajib hukumnya. Jangan durhaka kepada orang tua termasuk dosen. Terus jaga attitude agar pribadi kita dan Malahayati khususnya semakin maju lagi dan berkembang lagi.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” ujar dr Hetti mengutip surat Al-Mujaadilah ayat 11.[]

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *