Puisi “Domba Bodoh Penyendiri” Karya R Bara Pratama

Domba Bodoh Penyendiri

Karya R Bara Pratama

Aku adalah domba bodoh penyendiri
Kurus, kering, layu, lemah tak berdaya
Lidahku mampu berkata dan meminta
Namun tak pernah didengar oleh mereka
Kawananku tuli! buta!
Apa hanya aku yang merasa lapar?
Atau mereka yang terlalu kenyang menelan tipuan?

Bunga Edelweis tumbuh indah di sungai duka
Burung Kolibri bercinta dibalik padang ilalang
Dan Aku hanya bisa terdiam, seolah pasrah untuk dijajah

Aku berteriak pada kawananku
Hancurkan pagar bambu yang melukai itu
Biarkan anak kita makan dari petani yang tamak itu

Mereka yang tega memerah susu domba tanpa henti
Mereka yang tak berkeringat, hanya berkoar memeras sana sini
Habisi saja mereka!

Apa daya kawananku masih tuli!
Mereka tuli, pengecut, ingin rasanya kumaki
Ingat lah kau orang tamak
Aku akan menjadi sang soliter
Aku akan terus merasa lapar
Lapar akan keadilan dan kebenaran

Kini akulah sang serigala keji
Kan kucabik jiwa tamakmu hingga mati

Tentang Penulis

R. Bara Pratama, Mahasiswa Tingkat 3 Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. Membaca dan menulis adalah cara saya menikmati hidup. Mencoba hidup melalui tulisan, merasa mati ketika tak mampu mengungkapkan. Kontak saya di:

Email: barachan4@gmail.com

FB: bara.c.ii

IG dan Line: bara_jr

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =