Penemu GPS Otak: Ketiga Ilmuan Ini Mendapatkan Nobel Kedokteran

Tanpa disadari otak manusia ternyata memiliki sistem navigasi yang baik. Sejarah penemuan sistem navigasi ini ada di sistem saraf kranial (baca: otak) yang pertama kali ditemukan oleh ilmuwan berdarah Amerika-Inggris, John O’Keefe, dan suami istri asal Norwegia, May-Britt Moser dan Edvard I. Moser, mendapatkan pengakuan dunia. Mereka menyabet Nobel Kedokteran dan berhak atas hadiah USD 1,1 juta (Rp 13,4 miliar) yang bakal diberikan pada 10 Desember, bebarengan dengan peringatan meninggalnya Alfred Nobel, pemrakarsa nobel.

Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, yang bertugas menentukan pemenang nobel di bidang fisiologi atau kedokteran itu menjelaskan bahwa trio ilmuwan tersebut telah menemukan cara kerja otak yang menyerupai GPS. Otak tahu dimana kita dan bisa bernavigasi dari satu tempat ke tempat yang lain. Tiga peneliti itu dianggap telah memecahkan masalah yang dihadapi para filsuf sejak ratusan tahun lalu.

Otak seperti halnya Global Positioning System (GPS), memiliki sistem navigasi yang memungkinkan manusia menciptakan sebuah peta dalam pikiran. Contohnya saat menginat parkir kendaraan, atau ketika mencari jalan pintas saat terjebak macet.

Selain kemampuan navigasi, ketiga ilmuwan tersebut juga menemukan sel-sel otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer, penyakit di mana sel-sel saraf di otak mati dan tidak dapat mengenali lingkungan mereka.

Penelitian itu sebenarnya sudah dilakukan cukup lama, tepatnya pada 1971. Saat itu O’Keefe komponen utama ‘GPS’ pada sel otak tikus laboratorium. Sel otak yang disebut hippocampus itu terlihat aktif saat tikus berada di tempat yang berbeda, dari sini kemudian bisa dibuktikan bahwa ada sel dalam otak yang membentuk peta sebuah ruangan.

Temuan O’Keefe diperdalam, dan dilengkapi dengan hasil penelitian pasangan Mei-Britt dan Edvard Moser. Pada 2005 suami istri asal Norwegia itu menemukan komponen yang tak kalah penting pada sistem navigasi otak. Mereka menemukan sel saraf yang disebut ‘sel grid’. Sel inilah yang memunculkan titik-titik kordinat, dan terbentuklah sebuah lokasi dan sistem navigasi.

Temuan O’Keefe yang digabungkan dengan hasil penelitian Mei-Britt dan Edvard Moser membuktikan bahwa, sel otak manusia punya kemampuan menentukan titik kordinat dan sistem pembuatan peta yang canggih dan penemuan mereka menjawab teka teki mengapa tikus selalu bisa dengan tepat mengetahui posisi yang pernah disinggahi.|Dari berbagai sumber.

20141006Penerima_nobel_fisiologi_copy

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =