Sebagai Hari Korps Cacat Veteran Indonesia Selayaknya Mengucapkan “Saya Berterima Kasih”

PERANG Kemerdekaan Republik Indonesia memang sudah berlalu, dan mereka yang berjuang dalam perang disebut pahlawan. Publik sering memperingati Hari Pahlawan pada 10 November namun tahukah publik bahwa setiap 19 Mei adalah peringatan hari korps cacat veteran Indonesia dimana mereka yang tergabung dalam korps ini adalah juga pahlawan Indonesia.

Korps Cacat Veteran Republik Indonesia (KCVRI) adalah sebuah organisasi yang dibentuk sebagai penghargaan pemerintah bagi para cacat veteran. Sayangnya, keberadaan mereka mulai dilupakan oleh kita. Padahal jika kita mengingat sejarah, tanpa jasa mereka, kita tidak mungkin dapat menikmati kemerdekaan. Mereka rela kehilangan beberapa bagian anggota tubuhnya dan menjadi cacat untuk membela bangsa dan negara kita,

Menurut situs Wikipedia ada tiga tingkatan veteran. Pertama, veteran perang kemerdekaan. Kedua, veteran perang untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa dari agresi luar negeri. Ketiga, veteran perang untuk membela kepentingan bersama bangsa-bangsa yang menjadi sekutunya, atau membela kepentingan politik tertentu negaranya.

Di Indonesia saat ini ada dua kategori veteran, yaitu Veteran Pejuang Kemerdekaan bagi yang bertempur dalam perang kemerdekaan tahun 1945-1949, dan Veteran Pembela Kemerdekaan bagi yang pernah bertempur selama Trikora dan Dwikora,  juga yang di Timor-Timur tahun 1975-1976.

Pada 1994 dikeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1994 yang menetapkan cacat veteran memperoleh tunjangan bulanan bila cacat satu anggota badan (misalnya tangan atau kaki) Rp 22.000. Bila kehilangan dua anggota tubuh memperoleh Rp 44.000. Surat itu meminta presiden meninjau kembali besar (atau kecil)-nya tunjangan itu.

Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Jasa inilah setidaknya yang dihargai agar kehidupan berbangsa kita tetap besar.

Sejak kecil kita diajarkan mengucapkan terimakasih bagi orang yang telah memberikan sesuatu pada kita. Pemberian tidak dilihat dari harga namun karena ada niat baik dalam pemberian itu. Niat baik ini tidak boleh dianggap sepele sebab ada jasa yang menyertainya. Bagi cacat veteran, jasa ini adalah jasa yang rela kehilangan segalanya demi kesatuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Penghormatan bagi cacat veteran sekarang cukup dengan mengatakan “terimakasih”. Rich M. Devos (2008) mengatakan bahwa “Terimakasih” adalah pengakuan kemurahan hati seseorang. Kalimat itu mengakui kebaikan seseorang dan upaya yang dilakukan orang itu untuk memikirkan kita. Selain berterima kasih kepada orang-orang yang kita hargai atau mereka yang telah memberikan suatu layanan atau kebaikan kepada kita, kita juga perlu menyesuaikan perilaku kita untuk menunjukkan terimakasih.

Dalam menyesuaikan perilaku sebagai wujud terimakasih di sinilah pemerintah dan warga Negara Indonesia mampu memberi penghormatan yang selayaknya kepada mereka. Kita perlu mengingat pula keluarga mereka, isteri, anak yang harus mereka biayai kehidupannya dan masa depan mereka.

Para cacat veteran sudah berkorban dalam perjuangan mereka, pahlawan yang masih hidup ini jadi teladan untuk para petinggi Negara dalam meneruskan pengorbanan mereka sekalipun ada bagian tubuh (sesuatu yang berharga) hilang dari dirinya.

Dan hari ini kita peringati sebagai hari Korps Cacat Veteran Indonesia selayaknya mengucapkan “Saya berterima kasih”, kalimat itu tidak akan pernah ketinggalan zaman dan selalu menunjukkan penghargaan. Mari kita berjabat tangan dengan mereka seraya mengucapkan “terimakasih”. |Dari berbagai sumber.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *