Survival SAR Medis Malahayati Di Alam Bebas

SAR Medis Universitas Malahayati melakukan survival di alam bebas, 30 Januari 2016. Mereka melewati track Gunung Betung menuju Gunung Kawat dan fisnih di Gunung Malang. Selain anggota SAR Medis, Resimen Mahasiswa Malahayati juga ikut bergabung mengawal survival ini. Tujuan dari survival ini adalah untuk mengaplikasikan materi Search and Rescue yang sudah mereka pelajari di ruangan dan mempraktekkannya di lapangan.

Didampingi Taryono, Anggota Basarnas Lampung sebagai pembimbing dan pemateri, kegiatan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Siti Pajriyatul Aropah, wakil komandan SAR Medis, survival ini begitu menyenangkan namun melelahkan. Banyak sekali kejadian seru hingga berbau mistis yang dirasakan selama survival di tiga gunung di Lampung itu.

“Seru sekali, tapi capek banget. Salah saya yang kurang latihan fisik sebelum berangkat survival. Pengalaman terpisah dari rombongan, hingga nyaris tersesat karena kurang fokus saat melintasi track. Bahkan banyak kejadian aneh yang gak masuk logika,” kata gadis yang akrab disapa Sipaj ini.

Selama survival, mereka benar-benar membawa peralatan seadanya, dan bahan makanan minim. Sehingga materi soal tanaman dan hewan apa saja yang bisa dimakan untuk bertahan hidup benar-benar berguna untuk mereka. Bagi mereka, pengalaman survival sangat berkesan dan menjadi pelajaran hidup bagaimana cara m,enghargai hidup dan mensyukuri apa yang tuhan beri selama ini.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *