Kesan Jc Abdul Aziz Isf Bekerjasama Dengan BEM-FE di Seminar Internasional

BADAN Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Ekonomi (BEM-FE) sukses menggelar Seminar Internasional pada Minggu, 05 Juni 2016. Kegiatan yang digelar di Graha Bintang Universitas Malahayati ini dimulai sejak pukul 08.00. Kegiatan ini dihadiri sekitar 1200 peserta. Peserta ini terdiri dari berbagai kalangan dan daerah, adapun siswa SMA juga mahasiswa dari Bandar Lampung dan diluar kota Bandar Lampung yang mengahadiri seminar ini.

Seminar ini mengusung tema “Menciptakan Solusi Ekonomi Menyikapi Dicabutnya Berbagai Subsidi Kebutuhan Energi Masyarakat Indonesia saat Ini”. Kegiatan yang bekerjasama dengan La Genius ini diawali dengan salawat badar, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua pelaksana dan sambutan Dekan Fakultas Ekonomi yang juga secara resmi seminar dibuka. Seminar ini menghadirkan dua orang pemateri. Pemateri pertama Bastra Sinaro (Pelopor senam pintar ke-tiga di Dunia) dan Jc Abdul Aziz Isf (Motivator Nasional dari Padang).

Jc Abdul Aziz Isf, salah satu pemateri seminar ini menyampaikan kesannya bekerjasama dengan  BEM-FE Malahayati. Pria kelahiran Batusangkar, Sumatera Barat 05 Oktober 1980 ini mengaku senang dan puas dengan kerja panitia. “Meski baru pertama kali bekerjasama dengan saya tapi alhamdulillah panita mampu mengimbangi saya, karena notabenenya saya memiliki standar event sendiri yakni memiliki event organizer sendiri,” katanya.

Ia mengatakan khusus di Universitas Malahayati kami tidak menggunakan tim EO sendiri tapi bekerjasama dengan panitia disini. Dan kinerjanya sangat bagus dengan ukuran yang baru pertama kali. Konsep seminar ini juga meriah, jadi bukan hanya pendidikan tanpa perasaan keceriaan. “Dibuat meriah sesuai konsep psikologis dimana, jika orang itu bahagia maka ilmu apapun bisa diterima sedangkan jika dalam sebuah tekanan maka sehebat apapun ilmu itu akan sulit dipahami,” kata Aziz.

Aziz juga mengatakan standar kesuksesan sebuah seminar bukan dari jumlah pesertanya, tapi dari kesejahteraan panitianya. Jika dalamkepanitian ada masalah, percayalah disetiap masalah pasti ada solusi. “Dan seandainya di undang lagi, kenap tidak mau? Sepanjang itu bisa bermanfaat buat orang lain, apapun temanya tidak ada alasan untuk tidak datang. Karena prinsip kita untuk memberi manfaat kepada orang lain dan undangan adalah peluang untuk memberikan manfaat itu,” katanya mengakhiri.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − four =