Potret Panorama di Sekitar Titik Nol Kilometer Anyer

LIBURAN Semester Genap kini sudah menghampiri, berwisata memang sudah suatu pelengkap saat liburan. Jika sudah merasa suntuk dan bosan berada di rumah. Inilah salah satu solusinya, yakni berwisata.  Aku, Nezla Anisa Ningrum seorang mahasiswa Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Malahayati bersama ketujuh teman ingin berbagi pengalaman saat kami berwisata di sekitar kampung halaman yakni Titik Nol Kilometer Anyer, Banten.

Menara mercusuar Anyer yang tepat berada di Titik Nol Kilometer ini diyakini sebagai titik awal dari pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Daendels. Daendels adalah Gubernur Jenderal Hindia belanda ke 36 yang memerintah dari tahun 1808 sampai dengan tahun 1811. Selain membangun rute jalur Batavia – Banten, Pada tahun 1809-1810 Daendels juga membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan yang Jaraknya 1000 km.

Bila ingin berjalan-jalan ke kawasan ini caranya cukup mudah. Bila dari Jakarta, hanyamenuju ke Cilegon (arah pelabuhan Merak). Bila dari Sumatera, dari Merak menuju ke Cilegon. Dari Cilegon dilanjutkan menuju ke Anyer. Bis-bis pariwisata biasanya menggunakan jalan utama, melewati kawasan Industri Cilegon. Jalan menuju Anyer ini seringkali dikenal orang dengan nama Jalan Karang Bolong. Adapula yang menyebutnya jalan Anyer-Labuan. Jika sudah mencapai pasar Anyer, hanya tinggal menempuh jarak 5 Km, setelah melewati pom bensin dan sebelum hotel Mambruk.

Berikut potret panorama di sekitar Titik Nol Kilometer Anyer:

IMG_20160709_015524 IMG_20160709_011047 IMG_20160709_003128 IMG_20160709_003122 C360_2016-07-09-01-58-52-957 IMG_20160709_015535IMG_20160709_021744IMG_20160709_021720C360_2016-07-09-02-21-52-665IMG_20160709_015444IMG_20160709_021757

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 10 =