Pengalaman Berlibur Nezla Sekaligus Mengenal Sejarah

JUMPA lagi di pengalaman Nezla selanjutnya, Nezla Anisa Ningrum Mahasiswa Teknik Lingkungan asal Banten akan menceritakan pengalaman liburan panjang semester genapnya ke Kota Tua, Jakarta. Kali ini aku berangkat bersama teman ku, destinasi yang kita ambil adalah Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun yang akan dibahas kali ini adalah destinasi Kota Tua. Sebuah Peninggalan Belanda yakni Kota tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang memiliki luas 1300 m2, melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto.

Kita berangkat dimulai dari Merak, Banten pukul 10.30. Kita melewati jalan tol menuju Jakarta memerlukan sekitar dua setengah jam untuk sampai ke tujuan. Tidak ada hambatan macet saat perjalanan.  Memasuki wilayah kota tua, pemandangan eksotis mulai terasa dari bangunan-bangunan tua nan kokoh peninggalan Belanda yang dibangun sekitar abad ke-19 dan 20. Taman Fatahillah, taman ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan tua yang sekarang digunakan sebagai Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, juga Kantor Pos Indonesia. Berdiri juga sebuah restoran, Café Batavia, yang menjadi favorit untuk melepas penat setelah menjelajah kota tua.

Kita memasuki Museum Sejarah Jakarta. Bangunan besar bergaya Barok ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran yang tidak boleh disentuh, apalagi diduduki atau ditiduri. Di dalamnya terdapat perabotan tua, lukisan, patung, batu-batu. Setelah lelah berkeliling lalu kita ke taman belakang. Di sana kita dapat melihat penjara tua bawah tanah tempat di mana Pangeran Diponegoro pernah ditahan. Kita pun dapat duduk santai di bawah pohon rimbun, menikmati patung dewa Hermes yang merupakan lambang keberuntungan bagi kaum pedagang, sekaligus Dewa Pengirim Berita. Patung ini adalah tanda terima kasih atas kesempatan untuk berdagang di Hindia Belanda masa dahulu.

Disepanjang liburan hari raya sekaligus liburan semester genap, Taman Fatahillah tidak hanya dipadati pengunjung, tetapi juga penjaja makanan dan minuman ringan, tempat penyewaan sepeda ontel, serta para seniman yang mempertunjukkan atraksi. Kalian dapat menyewa sepeda untuk dapat berkeliling disekitaran kota tua.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *