Potret Saat Berkunjung Ke Kota Tua Jakarta

SEORANG Mahasiswi Teknik Lingkungan asal Banten, Nezla Anisa Ningrum ingin menceritakan pengalaman liburan panjang semester genapnya ke Kota Tua, Jakarta. Kali ini aku berangkat bersama teman ku, destinasi yang kita ambil adalah Kota Tua dan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Namun yang akan dibahas kali ini adalah destinasi Kota Tua. Sebuah Peninggalan Belanda yakni Kota tua atau Oud Batavia adalah kawasan kecil yang memiliki luas 1300 m2, melintasi utara dan barat Jakarta, yang sarat dengan peninggalan penjajahan Belanda. Gedung-gedung tua dimanfaatkan sebagai museum dan resto.

057895600_1458186808-20160317-Bersepeda-di-Kota-Tua-Fatahillah-Jakarta-FRS1IMG_20160714_133307IMG_20160714_133313

Kita memasuki Museum Sejarah Jakarta. Bangunan besar bergaya Barok ini lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Banyak koleksi pameran yang tidak boleh disentuh, apalagi diduduki atau ditiduri. Di dalamnya terdapat perabotan tua, lukisan, patung, batu-batu.

sejarah-makassar-di-gedung-bergaya-eropa-005-yacob-billioctaOLYMPUS DIGITAL CAMERAIMG_20160714_135927IMG_20160714_135948IMG_20160714_140025IMG_20160714_135031IMG_20160714_134702IMG_20160714_134442musuem-fatahillah-01_large

Setelah lelah berkeliling lalu kita ke taman belakang. Di sana kita dapat melihat penjara tua bawah tanah tempat di mana Pangeran Diponegoro pernah ditahan. Kita pun dapat duduk santai di bawah pohon rimbun, menikmati patung dewa Hermes yang merupakan lambang keberuntungan bagi kaum pedagang, sekaligus Dewa Pengirim Berita. Patung ini adalah tanda terima kasih atas kesempatan untuk berdagang di Hindia Belanda masa dahulu.

IMG_20160714_140214IMG_20160714_140216100_4442

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *