Pengalaman Berkesan Ariyan Di Tanah Jawa

SEBAGAI penduduk asli jawa, otomatis sudah merasai bagaimana berpijak di atas tanah jawa itu sendiri. Berbeda halnya dengan salah seorang asal Lubuk Linggau, Sumatra selatan ini. Ariyan Saputra seorang mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2014 yang baru saja berkunjung ke Jawa Tengah. Tepatnya ke kampung halaman salah seorang teman, Widi Ariyanto yang juga mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2012 Universitas Malahayati.

Mereka berdua memang sudah terlihat akrab, sehingga Ariyan sudah dianggap keluarga oleh keluarganya Widi. Jadi inilah alasan Ariyan untuk bisa merasakan mudik Hari Raya Idul Fitri kemarin bersama Widi dan keluarga angkatnya di Salatiga, Jawa Tengah. Kali ini Ariyan akan berbagi pengalaman pertama dan berkesannya di pulau jawa.

Pada H-5 sebelum lebaran Ariyan berangkat dari Bandar Lampung menuju jawa bersama keluarganya Widi, meliputi orangtua, adik dan kakaknya menaiki sebuah mobil. Selama perjalanan ia merasakan kemacetan arus mudik dari Tol Cipali hingga Brebes Timur. Sesampainya di Salatiga tepat pada tengah malam, sehingga harus mampir dirumah kakaknya untuk makan, nasi kucing. Ia mengaku baru pertama kali menyicipi nasi kucing.

Pada  H-2, Ariyan beserta keluarga Widi langsung berangkat menuju ke tempat mbahnya di Boyolali, dikarenakan keesokan harinya akan melakukan ziarah. Lalu, tepat di saat malam takbir Ariyan bersama Widi berangkat ke Pasar Gede, Solo hingga jam dua malam untuk berkuliner serta merasakan takbiran di Solo.

Tepat di dari H lebaran, Ariyan mulai merasakan kekeluargaan disekitarnya. Walaupun di hari lebaran ia tak dapat berkumpul bersama keluarganya, tetapi ia dapat merasakan berkumpul bersama keluarga angkatnya. “Dihari lebaran, kami semua shalat di masjid depan rumah, lalu makan bersama. Setelah itu kumpul-kumpul bersama keluarga besar Widi dan saling meminta maaf,” ujar Ariyan

Namun hal itu tidak berlangsung lama, hari kedua lebaran, iapun harus pulang kembali, tak lupa juga ia berpamitan bersama keluarga besar Widi. Ia mengaku senang dan baru pertama kalinya ia merasakan lebaran bersama keluarga angkatnya di jawa.

”Ini pengalaman pertama saya lebaran di Jawa tidak bersama keluarga dirumah, justru bersama keluarga angkat saya, senang sudah di anggap seperti keluarga sama mereka. Sekaligus saya ingin mencoba bagaimana rasanya lebaran jauh dari keluarga dan ingin merasakan tempat tempat di jawa yaa untuk mencari pengalaman baru,” tambahnya.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *