Perjalanan Panjang Gusti Menuju Kota Malang

DALAM rangka liburan panjang perkualiahan semester genap, Gusti Mauladi merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Kedokteran Umum Universitas Malahayati angkatan 2015 yang berlibur di tanah jawa bagian timur. Pria yang akrab disapa gusti ini kelahiran asal Banten.

Pada akhir bulan Juli yang lalu ia bersama ketiga sahabatnya melakukan acara rekreasi ke Gunung Bromo tepatnya di Kota Malang. Tujuan utama rekreasinya ialah ingin mengunjungi icon wisata yang terkenal di Jawa Timur. Ia mengaku sangat penasaran akan keindahan Gunung Bromo yang menjadi perbincangan temen temennya dahulu.

Tepat pada 28 Juni 2016, akhirnya ia bersama temannya berangkat menggunakan kereta menuju Stasiun Pasar Senen, Malang. Sebelumnya ia berharapan bahwa ia dapat sampai ke Malang pada Jumat dini hari, tetapi tak sesuai harapan. Dikarenakan kereta tiba lebih awal dari jadwal

Setibanya di Malang pada pukul 01.00 dini hari di stasiun Malang Kota, ia dan teman-temannya melanjutkan perjalanan menuju penginapan di daerah kota malang. Di pertengahan jalan menuju penginapan, ia dan temannya merasa sangat lapar dan lelah. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari tempat istirahat sekaligus tempat kuliner khas Malang. Mereka mengunjungi Alun-Alun Kota Malang yang sangat ramai dikunjungi anak muda, yang terlihat sedang asik menyantap kuliner khas Malang. Ia pun tak lupa menyantap yang bisa di bilang terkenal di Malang, Sego Goreng Mawut. Mendengar namanya saja mungkin akan tersenyum geli, tetapi jangan salah makanan ini akan membuat ketagihan.

Seusai menyantap makanan mereka pun langsung berangkat menuju penginapan dan beristirahat. Pagi hati di Kota Malang, mereka sangat menikmati keindahan Kota Malang yang di penuhi orang yang beraktivitas di pagi hari. Dikarenakan perjalanan menuju Gunung Bromo yaitu pukul 01.00 dini hari.

“Jadi aku dan teman-teman harus rela menunggu waktu yang sangat kami tunggu tunggu itu. Selesainya kami bersabar menunggu waktu yang di tunggu-tunggu itu,  akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba. Kami di jemput oleh jip yang sebelunya sudah aku pesan saat dirumah,” ujar Gusti.

Jip merupakan kendaraan yang kuat untuk melewati lautan pasir dan jalan yang menanjak di sekitar Bromo. Jip diisi maksimal enam penumpang, dua orang di depan dan empat orang di belakang. Jip-jip tersebut dikelola oleh penduduk Malang untuk perjalanan menuju Gunung Bromo. Kendaraan seperti mobil pada umumnya sangat jarang terlihat, mungkin dikarenakan kurang cocok untuk berjalan di pegunungan dan tanah berpasir.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + one =