Puisi “Cawan Tembaga” Pemenang Ketiga Naskah Puisi Peksemida

CAWAN TEMBAGA
Karya : Echa Soleha

Adalah aku
Warisan para pencipta mimpi
Aku bukan sempurna yang pasti
Karena menjadi aku adalah bhakti

Lihat ini
Bumimu tanah ibumu
Disini, di ujung selatan Andalas ini
Berbingkai barisan pulaunya samudera ganda
Bukit rimba tanah pasir lautan asa

Cerita mereka aku Indonesia
Bisa jadi sebab ragamnya aku yang berribu
Menjadi penguasa dari jutaan cita-cita
Tidak, aku hanyalah cawan tembaga
Penampung tinta dari mata air air mata
Kau pun tau, air mataku dua rasa
Karena aku miliki dua mata
Mata air ku buah cinta dari pori-pori pekerja
Ya, pekerja pembangun generasiku
Pencitra aku dengan segala tutur, rupa dan peraga

Kau air mataku
Tetaplah berdua tapi sejiwa
Terimalah para peragammu
Bukan masalah menjadi beda
Berbeda untuk selalu bersama
Bertetangga dan bercengkrama selamanya

Itulah cinta kurasa
Cinta yang kau pahat pada aku
Jangan pernah dermakan rasamu
Karena sejauh-jauhnya kau selami dunia
Merumahi aku lah satu-satunya bahagia

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *