Prodi Kebidanan Gelar Seminar Terapi Komplementer

Mungkin banyak dari kita, yang belum familier dengan kata “terapi komplementer”, terapi komplementer merupakan metode atau cara untuk menanggulangi penyakit yang dilakukan sebagai pendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain di luar pengobatan medis yang konvensional.

Saat ini, terapi komplementer mulai banyak dilirik oleh praktisi kesehatan, karena sebenarnya terapi ini sudah ada sejak jaman nenek moyang kita dan merupakan kearifan lokal serta masih banyak dilakukan sampai dengan sekarang. Hanya saja, pada saat itu, nenek moyang kita hanya melakukannya karena kebiasaan atau tradisi, sedangkan saat ini terapi komplementer yang digunakan oleh praktisi kesehatan adalah yang telah memilki dasar ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Prof. Achir Yani Hamid, DSNc mencontohkan tradisi minum jamu yang sudah ada sejak jaman dulu dan masih sangat relevan hingga sekarang. Beliau juga mencontohkan penggunaan madu sebagai terapi penyakit yang juga masih relevan hingga saat ini.

Untuk menambah pemahaman praktisi kesehatan tentang terapi komplementer, maka pada tanggal 25 Februari 2017, Prodi kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung menggelar seminar kesehatan tentang terapi komplementer. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Prof. Dr. Achir Yani Hamid, DNSc, yang merupakan guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. (Can) Debbyantina, SST, M.Keb dosen pengajar di Prodi Kebidanan Poltekes Jakarta dan Uki Basuki, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Propinsi Lampung. Seminar berjalan lancar dan menarik di bawah komando moderator yang juga ketua Prodi Kebidanan Univertas Malahayati Daenty Maternity, SST, M.Keb.   (lima-Dh)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *