Soal Menjadi Golput, Ini Penjelasan Rektor Kadafi

SEMINAR Nasional bertema “Mewujudkan Pemilu yang Jujur, Adil, Bersih dan Transparan” di Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, kemarin, berlangsung sangat menarik. Seminar tidak monoton. Peserta antusias bertanya.

Pembicara yang dihadirkan panitia juga pas dengan tema seminar. Mereka adalah Pemimpin Badan Pengawas Pemulu (Bawaslu) RI Nasrullah SH MH, dan Rektor Universitas Malahayati Dr Muhammad Kadafi SH MH.

Salah seorang mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Malahayati bertanya tentang “bagaimana kiat bapak agar para pemilih pemula mau bertanya dan saya juga golput.”

Rektor Kadafi menjelaskan bahwa yang paling utama harus dipahami adalah semua tindakan seseorang di dunia ini pada akhirnya harus ditertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. “Itu dulu konsep dasar kehidupan kita,” katanya.

Jadi, Dr Kadafi melanjutkan bahwa memilih untuk menjadi golput pun tentu harus bertanggungjawab.

Mengapa harus golput, apakah ini untuk menghindari tanggungjawab? “Tentu tidak bisa. Sebab menjadi golput itu juga memilih, dan ada konsekuensi pertanggungjawabannya,” katanya.

“Karena kita telah diberi fikiran untuk berfikir maka seharusnya kita bisa memilih pemimpin yang menurut kacamata kita baik,” Dr Kadafi menambahkan. “Bagi pemilih pemula yang memilih golput, maka jangan menyalahkan penguasa jika kebijakan pemerintah tak sesuai dengan harapan Anda.”

Kadafi mengatakan, pemerintah mempunyai kewajiban memerintah dan membuat regulasi oleh karena itu kita harus ikut serta. “Ibarat kata pun jika semua kandidat atau calon bagus kita bisa berperan sebagai pengawas untuk terciptanya pemilu yang luber dan jurdil.”[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *