Mengintip Team Teknik Malahayati Mengulik GoKart

BELASAN mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Malahayati tampak sedang sibuk di laboratorium. Lab ini laksana bengkel mesin, penuh peralatan seperti obeng, dan berbagai kunci di sini.

Ketika penulis dari malahayati.ac.id datang ke sini, Kamis 21 Mei 2015, melihat ada 13 mahasiswa yang tergabung dalam Team Teknik Malahayati  bergumul dengan satu kenderaan yang bentuknya mirip mobil balap.

Kegiatan mereka di dalam lab memang tak seragam, ada yang menggeber sebuah mobil mungil yang mesinnya dicomot dari sepeda motor Kawasaki Binter K-Z 200. Ada juga yang mengulik mesin.

Itulah mobil mini yang disebut GoKart. Suaranya garang, sebab ada dua knalpot. Mesin yang menderu-deru itu tak mengganggu komunikasi para mekanik yang sibuk mengutak-atik onderdil.

Di pojok lab, tergeletak beberapa komponen body aneka warna. Ada merah, kuning, dan hijau. Bodi dilepas untuk memudahkan setting engine.

Pekerjaan yang disebut GoKart Project ini sudah sejak Maret lalu. Mahasiswa yang mengikuti project ini adalah mereka yang mengambil mata kuliah Elemen Mesin, yang terdiri atas mahasiswa 1 angkatan.

GoKart Project ini pernah dikerjakan pada 1998, kini project ini kembali dikembangkan dan disempurnakan. “Project recycle itu berawal dari keinginan untuk memajukan dan menghidupkan kembali kreatifitas mahasiswa ini sudah sangat berkembang,”ujar Arief, salah satu mahasiswa yang berada dalam tim ini.

“Pengerjaan project ini pun hanya pada jam-jam tertentu. Kami juga menggunakan biaya sendiri untuk menyelesaikan project ini,” kata Arief.

Beberapa hari belakangan ini, kesibukan mereka makin meningkat. Ini disebabkan dengan rencana test drive mobil balap mini karya mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas Malahayati segera dilaksanakan. Rencananya di PKOR Sumpah Pemuda. “Karena situasinya tidak begitu ramai di jalanan,” kata Tumpal ST MT, Dosen Fakultas Teknik yang sekaligus rekan diskusi Team Teknik Mesin Malahayati.

Mobil mini yang bodinya mirip Formula One ini disebut GoKart. Sebab bentuknya yang mungil, maka sopir yang mengendarai Gokart ini nantinya dipilih yang pas. “Tinggi badannya haruslah dibawah 150 cm,” kata Tumpal.

Tumpal menyatakan kebanggannya pada anak didiknya yang berada dalam Team Teknik Mesin Malahayati. Apalagi mobil dengan style formula ini juga pernah masuk dalam pameran juga.

Bahkan, kata Tumpal, Gokart Project di Teknik Mesin ini adalah yang pertama dan satu-satunya yang ada di Lampung. “Saya berharap mahasiswa dapat lebih kreatif saat terjun dalam dunia kerja, karena ini merupakan latihan. Sedangkan perjuangan sesungguhnya adalah setelah mereka menyelesaikan kuliah,” katanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + nine =