Bagaimana Persiapan Mahasiswa Ekomomi Malahayati Hadapi MEA?

PEMAHAMAN tentang kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati ternyata sudah menjalar mulai dekan, dosen, hingga ke kalangan mahasiswa.

MEA akan berlaku Desember 2015 mendatang. MEA merupakan program negara-negara yang tergabung dalam ASEAN untuk bersatu membentuk kekuatan ekonomi pada 2015.

Seperti apa pemahaman MEA di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah? Penulis malahayati.ac.id menemuinya seorang mahasiswa bernama Ria Sagita.

Apa pendapat Ria soal MEA? “Menurut aku sih program MEA sendiri bagus, MEA itu kan kebebasan dalam organisasi, politik, ekomomi, sosial, dan budaya, yang semuanya berbaur menjadi satu,” kata Ria. Artinya, antar negara-negara ASEAN nantinya tidak ada batasan.

Memang program ini membuka peluang yang sangat luas bagi ekonomi. “Tetapi itu juga menjadi tantangan terbesar kita sebagai generasi muda Indonesia dalam menghadapi MEA itu sendiri,” kata Ria.

Menurut Ria, dengan terbukanya ruang yang begitu luasnya, maka Indonesia perlu persiapan yang matang. “Secara pribadi, aku sendiri akan meningkatkan kualitas bahasa asing, softskill, memenej waktu dan pikiran,” kata Ria.

Ria sebetulnya masih duduk di semester 2 Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen. Ia sudah memiliki cara dan persiapan yang menarik dalam menghadapi MEA.

Artinya, apa yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, Azli Fahrizal, SE.,M.Si memang benar diterapkannya. Sebelumnya Azli mengatakan untuk menyambut itu diperlukan persiapan yang matang untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. “Jadi persiapan untuk mengahadapi MEA harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan stakeholders,” kata Azli. “Materi dan kurikulum pembelajaran juga disesuaikan dengan kebutuhan.”

Artinya, kata Azli, seluruh materi pendidikan diperkuat dengan informasi terkini dari perkembangan perekonomian terutama untuk menyambut MEA. “Para para dosen pun akan memberikan materi tambahan tentang MEA sehingga mengikuti perkembangan zaman,” ujar Azli yang juga adalah Sekretaris Malahayati Career Center ini lagi.

Menurut Azli, Fakultas Ekonomi yang dipimpinnya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi MEA. “Di sini mahasiswa akan mendapat tantangan baru,” katanya.

Pernyataan Azli ini sejalan dengan harapan yang diutarakan Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi SH MH. “Dari sekarang kita wajib mempersiapkan diri untuk persaingan global itu,” kata Kadafi. []

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 + 7 =