FKM Malahayati Siap Hadapi MEA

IMPLEMENTASI  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia, karena dengan adanya MEA akan membuka arus tenaga kerja yang terampil, tidak hanya pada sektor industri juga pada sektor kesehatan. Ini artinya tenaga kesehatan Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk mengisi peluang kerja. Tidak terkecuali tenaga kesehatan masyarakat yang juga harus mampu bersaing.

Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Lolita Sary, M.Kes mengatakan, program studi Kesehatan Masyarakat juga menyambut positif peluang dari MEA, tetapi juga mempersiapkan para mahasiswa dan lulusan,  menghadapi tantangan persaingan  dari tenaga-tenaga Kesehatan Masyarakat asing dengan kompetensi tinggi.

“Langkah nyata yang dilakukan oleh Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati, melalui proses belajar mengajar. Dimana metode dan media yang digunakan saat ini melalui Learning Management System, praktik belajar lapangan lokal, regional dan internasional,” kata dia.

Praktik lapangan di tingkat internasional, prodi melakukan praktik lapangan bersama yang dikenal dengan inbound bersama Uinversiti Putra Malaysia, Fakultas Perubatan dan Ilmu Kesehatan setiap tahunnya. Selain itu, peningkatan soft skill antara lain bekerjasama dengan Balai Bahasa Universitas Malahayati, dan Malahayati Career Centre.

“Sejak tahun 2014, FKM sudah memiliki kurikulum Nasional dan sebelum lulus harus mengikuti Uji Kompetensi untuk mendapatkan STR. STR adalah  Surat Tanda  Registrasi sebagai bukti tertulis yang diberikan pemerintah atau organisasi profesi kepada tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi, maka dengan STR tenaga Kesehatan Masyarakat dapat melakukan aktifitas pelayanan kesehatan di masyarakat,”tegas wanita kelahiran  Duri Riau, 30 Januari 1980.

Berbicara mengenai kompetensi, tenaga kesehatan Masyarakat memiliki 8 kompetensi yang telah disepakati di seluruh Indonesia melalui organisasi IAKMI dan AIPTKMI, yaitu:

Kemampuan mengkaji dan menganalisis situasi kesehatan masyarakat. Kemampuan mengembangkan perencanaan program dan kebijakan kesehatan amsyarakat. Kemempuan berkomunikasi secara efektif. Kemampuan memahami budaya setempat. Kemampuan memberdayakan masyarakat. Menguasai dasar ilmu kesehatan masyarakat. Kemampuan merencanakan keuangan dan memiliki keterampilan manajerial dana kesehatan. Kemampuan memimpin dan berfikir sistem.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =