Fahmi; Gubernur Religius dan Cerdas Fakultas Kedokteran

PENAMPILAN rapi, ia terlihat dewasa. Gaya bicaranya tenang. Ia juga sabar. Begitulah Fahmi Fathul Rahman. Bahkan saat memenuhi undangan ke kantor malahayati.ac.id di kompleks Kabara Universitas Malahayati, Senin 26 Mei 2015, ia sabar menunggu awak redaksi menyelesaikan rapat konten.

Dialah Gubernur Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati periode 2015-2016. Fahmi, begitu ia biasa disapa, banyak terlibat dalam organisasi kampus, di antaranya UKM Karim salah satu UKM kerohanian di FK Malahayati. Kesibukan lainnya, Fahmi terdaftar di salah satu lab sebagai asisten dosen lab Anatomi.

Di kampus ini, Fahmi dikenal sebagai mahasiswa yang aktif, cerdas, dan juga religius.

Kendati sedang sibuk dengan kegiatan akademik dan organisasi, pemuda kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 1995 ini menyempatkan diri mengikuti proses pembendahan konten di malahayati.ac.id. Fahmi mengatakan mengapresiasi website kampus ini. “Ini menjadi wadah informasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Malahayati,” katanya.

Fahmi berharap, website malahayati.ac.id terus berkembang karena bisa menjadi alat pacu untuk seluruh mahasiswa agar aktif di keorganisasian. “Ini bisa sejalan dengan program kita untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi,” katanya.

Fahmi juga bercerita tentang proses terpilihnya sebagai Gubernur FK Malahayati. “Nggak nyangka dan alhamdulilah banyak teman yang sangat mendukung,” katanya. Menurut Fahmi, dukungan itu sangat membantunya dalam menjalankan organisasi.

Fahmi sudah menjalani masa kuliah selama dua tahun. Ia menyatakan bangga kuliah di Universitas Malahayati. Fahmi mengatakan sangat menikmati kuliah di sini. “Fasilitas kampus sangat lengkap, biayanya juga sangat terjangkau,” katanya.

Fahmi menamsilkan kualitas kampus ibarat air dengan cangkirnya. “Tetap saja yang menentukannya adalah airnya. Artinya air adalah mahasiswa dan kampus adalah cangkirnya. Semakin bagus airnya semakin bagus kampusnya,” kata Fahmi.

Fahmi berharap kampus ini menjadi lebih baik lagi. “Mahasiswa juga perlu mengimbangi kuliahnya dengan berbagai kegiatan. Ini berguna untuk mengusir kejenuhan. Jadilah kegiatan itu menjadi hobi,” katanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *