Organisasi Bukan Sekadar Ajang Numpang Nama!

Dibalik kacamata yang dikenakannya, ada sepasang mata yang mencerminkan sosok pemimpin. Pembawaannya yang ceria dan murah senyum, membuatnya tampak ramah.

Reza Ramadhani yang kerap disapa eza, hari Sabtu 6 Juni 2015 kemarin resmi menjadi Pemimpin Umum Infus Media periode 2015/2016. Berbekal pengalaman berorganisasi di banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), eza diberi kepercayaan oleh rekan-rekannya untuk mejadi pemimpin UKM yang bergerak di bidang jurnalistik ini.

“ Saya punya 2 macam perasaan. Yang pertama, saya bangga dan terharu karena teman-teman mempercayai saya menjadi ketua umum. Yang kedua, saya sedih karena saya memikul amanah. Meskipun infus tidak sebesar BEM, tetapi amanah tetap amanah yang tidak dapat dibeli!”, ungkap Eza saat ditanya bagaimana pendapatnya ketika dipilih sebagai Pemimpin Infus Media yang baru.

Lahir dan besar di Serang, Banten, 9 Februari 19 tahun silam, pemuda ini ternyata punya hobi membaca. Buku yang digemarinya adalah buku-buku yang mengisahkan perjuangan dan nasionalisme. Tak heran jika sifat kepemimpinan yang dia miliki saat ini, mungkin saja berasal dari buku-buku bacaannya. Disamping membaca, dia juga cukup tertarik pada design grafis.

Putra dari pasangan Nasrullah dan Eni Nuryani ini mengaku sangat mengidolakan sosok nabi Muhammad SAW dan Soe Hok Gie. Baginya kedua sosok itu sangat menginspirasi, serta banyak hal yang bisa diteladani dari sifat mereka.

Selain Infus Media, Eza juga menjabat sebagai ketua divisi bagian informasi dan komunikasi BEM. Tak hanya itu, ternyata dia juga aktif di UKM lainnya, yaitu Karim. Baginya berorganisasi bukanlah ajang numpang nama dan mencari eksistensi, melainkan wadah untuk menggali dan menunjukkan potensi yang kita miliki.

“Organisasi bukan sekadar ajang numpang nama, tapi merupakan wadah untuk menunjukkan potensi dan belajar bersosialisasi dengan sesama. Organisasi juga akan mengasah pemikiran dan rasa nasionalisme kita,”, tutur Eza.

Eza berpesan, bahwa untuk memajukan suatu ukm kita harus memupuk kekeluargaan antar anggota. Berat harus sama dipikul, ringan harus sama dijinjing.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *