Universitas Malahayati Kerjasama dengan Whitireia New Zealand

UNIVERSITAS Malahayati kembali dikunjungi tamu internasional, Sabtu, 13 Juni 2015. Kali ini giliran Program Studi (prodi) Keperawatan, yang mendapat tamu dari sebuah perguruan tinggi di Selandia Baru, Whitireia New Zealand. Kunjungan Kaye Jujnovich perwakilan dari Whitireia ini untuk meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Malahayati.

Sebelum meneken MoU, Rektor Universitas Malahayati, Dr M Khadafi SH MH mendampingi Kaye berkeliling kampus dan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Mereka juga ditemani  Wakil Rektor I dr Ahmad Farich MM dan Wakil Rektor III Dr Dessy Hermawan SKep MS MKes serta sejumlah pejabat universitas lainnya.

Kaye melihat sejumlah fasilitas dan penunjang akademik yang dimiliki Universitas Malahayati. Di antaranya, Gedung Serba Guna (GSG) Graha Bintang, yang biasa di gunakan untuk kegiatan besar di kampus ini. Setelah itu, rombongan melanjutkan untuk berkunjung ke laboratorium seperti, CBT, laboratorium ruang anak, laboratorium ingkubator dan ruang peraktek skill lab.

Dalam kunjungannya ke laboratorium, Kaye sempat berbincang dengan beberapa mahasiswa yang sedang praktik di laboratorium.

Usai melihat kelengkapan fasilitas, Rektor Kadafi mengajak Kaye melihat gedung perpustakaan terpadu. Disini gedung ini, nampak mimik wajah kagum dari Kaye. Ketika berada di gedung seluas hampir satu hektar ini, seperti tidak sedang berada di perpustakaan, tapi di mini Indonesia. Sebab dalam gedung ini terdapat rumah adat 34 provinsi, dengan jumlah koleksi buku lebih dari 50 ribu.

Kadafi mengatakan kepada Kaye bahwa perpustakaan ini memang didesain sedemikian rupa, agar mahasiswa merasa betah belajar disini berlama-lama.

Kemudian, Kadafi membawa Kaye berkunjung ke Rumah Sakit RS Pertamina-Bintang Amin. Dalam kunjungan ini, ia sempat disuguhi beberapa alat kesehatan yang moderen, seperti CT scan 128 slice, chat lab, dan beberapa alat kesehatan terbaru lainnya.

Tidak hanya melihat fasilitas rumah sakit, Kaye juga sempat bertemu dengan lima mahasiswa asing dari Malaysia. Keberadaan lima mahasiswa negeri jiran di RS Pertamina Bintang Amin, program pertukaran mahasiswa.

Usai meninjau beberapa fasilitas yang dimiliki oleh kampus, Kaye bersama rombongan sepertinya kepincut. Ia mewakili pimpinan kampus memutuskan untuk langsung melakukan kerjasama dengan Malahayati, padahal dalam agenda sebelumnya ia hanya akan melakukan kunjungan.

Dengan adanya MoU ini, memungkinkan Dosen dan mahasiswa Universitas Malahayati untuk kuliah di Whitireia University maupun sebaliknya. Kedua kampus juga bisa menjalani penelitian, dan pertukaran karya ilmiah.[]

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − five =