Kaye Jujnovich Kagum dengan Perpustakaan Malahayati

DALAM Kunjungan ke Universitas malahayati, Kaye Jujnovich pejabat di Whitireia University, New Zealand, mengaku kagum dengan Perpustakaan yang dimiliki oleh kampus ini.

Kaye mengaku baru kali ini, melihat perpustakaan yang didalamnya terdapat sungai buatan berisi ikan mas yang berenang kesana kemari, pohon rindang, rumah adat dari seluruh provinsi di Indonesia, juga komputer untuk mengakses perpustakaan digital.

“Suasa seperti ini, lebih terasa sedang membaca buku taman daripada di dalam ruangan,” kata dia usai mengunjungi perpusatakaan termegah di Lampung, Sabtu, 13 juni 2015.

Menurutnya, Perpustakaan yang dimiliki oleh Universitas Malahayati, tidak seperti perpustakaan pada umumnya,terutama untuk kenyamanan saat membaca buku.

“Ketika membaca buku di bawah pohon sintetis, saya merasa sedang berada di tama dengan aliran sungai yang jernih, tidak di dalam perpustakaan,” kata dia kepada malahayati.ac.id

Meni Sutarsih, S. Pd, M. Si. selaku Ketua Perpustakaan menjelaskan, Perpustakaan dengan konsep ini dibuat sejak dua tahun lalu. Sebelumnya, beberapa kali perpustakaan berpindah tempat. Ide membuat perpustakaan seperti itu, tercetus dari Rusli Bintang, setelah berkunjung sebuah universitas di Rotterdam, Belanda.
Penempatan rumah adat di ruang pustaka, lanjut Meni, merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sekarang para mahasiswa dari berbagai daerah sering menempati rumah adat mereka masing-masing,” katanya. []

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *