Eva Marliyana; Kepedulian Unimal Terhadap Karyawan, Takkan Pernah Bisa Saya Lupakan

SECURITY ! terdengar garang bila kita membayangkan wajah satuan pengamanan, karena ada beberapa security yang memang memiliki wajah yang sedikit gahar, agar orang segan. Tapi tidak untuk security yang satu ini, dia ramah, sopan dan memiliki wajah yang manis. Eva Marliyana, begitu nama lengkap security wanita di Universitas Malahayati ini.

Biasanya ia disapa Eva. Bergabung dengan malahayati sejak tahun 2010. Eva yang mengenakan hijab orange saat ditemui di gedung rektorat lantai 5 itu berbagi pengalamannya.

Wanita kelahiran babatan, 1 september 1986 ini pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah selama 2 tahun, sebelum ia memutuskan untuk berhenti dan memilih untuk bekerja.

Pada tahun 2006, Ia bekerja sebagai karyawan chandra departemen store. Sebelum Ia menjejakan kakinya di Universitas Malahayati sebagai security, Ia pernah menjadi security di Matahari Departement Store Central Plaza Lampung pada tahun 2008 dan security di Internasional Plaza Palembang tahun 2009.

Alasan apa sih yang membuat Anda memilih menjadi security?

“Alasannya si karena security itu berbeda. Dari segi pekerjaan, security itu mengenai keamanan dan pelayanan. Ruang lingkup yang besar itu membuat saya jadi bermasyarakat gitu. Dan tak banyak wanita yang ingin terjun ke dunia ini, itulah yang membuat saya tertarik,” ujarnya.

Ada kendala tidak selama menjadi security wanita ?

“Namanya kendala pekerjaan itu pasti ada, contohnya : Ada beberapa mahasiswa yang ngeyel dan kurang disiplin, Serta beberapa tamu yang nekad bertemu seseorang dengan berbagai cara seperti menjual nama seseorang atau suka membuat janji palsu,” kata Eva.

Bagaimana Anda menyikapi kendala seperti itu ?

“Ya, yang pasti kita harus menyikapinya dengan kepala dingin, sabar dan tetap ramah tanpa mengurangi nilai moral dan etika kita,” ujarnya.

Wanita asal palembang ini sangat bangga bekerja di Universitas Malahayati. Terlihat dari rona wajahnya ketika bercerita mengenai pengalamannya. Namun tak lama rona wajah berseri nya hilang berganti isak tangis haru ketika Ia berbagi kesannya mengenai Universitas Malahayati ini.

“Sifat kepedulian sesama dan kekeluargaan nya yang membuat saya terkesan dan bangga bekerja di Universitas malahayati ini,” ujarnya. []

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + nineteen =