Heri Wibowo; Kaprodi Teknik Industri yang Penuh Semangat

“Teruslah berkompetisi dengan prodi/fakultas lainnya. Jangan takut hanya karena kalah jumlah, buktikan kalau kita mampu lebih unggul.”

Motivasi itu disampaikan Kaprodi Teknik Industri Universitas Malahayati untuk memotivasi mahasiswanya. Heri Wibowo, S.T.,M.T begitu nama lengkap Ketua Prodi Teknik Industri ini. Pria yang akrab di sapa Pak Heri oleh rekan dan mahasiswanya ini bergabung dengan malahayati sejak 1999.

Ia adalah sarjana Teknik Industri Universitas Mercubuana tahun 1997 dan Magister Teknik Industri di universitas yang sama pada tahun 2011. Dan ia mengawali karirnya sebagai dosen Teknik Industri di Universitas Malahayati.

Di Malahayati ia adalah tenaga pengajar yang mengampu beberapa mata kuliah, misalnya pengendalian kualitas, proses produksi, manajemen industri dan akuntansi biaya.

Tahun 2005, ia diangkat sebagai sekretaris jurusan dan pada 2007 dipercaya menjadi Kaprodi Teknik Industri. Ia menjabat sebagai kaprodi selama 3 (tiga) periode hingga tahun 2017 mendatang.

Ia sangat tertarik dengan teknik industri, karena ia berpendapat bahwa teknik industri memiliki keunggulan tersendiri.

“Teknik industri itu lebih cepat masa kuliahnya dan prestasinya lebih tinggi, dan materinya lebih mudah dipahami, dan selain belajar mengenai teknik rekayasa di sini juga diajarkan mengenai manajemennya dan juga humanisnya (rekayasa, produksi dan manusia),” katanya.

Mengenai peminat calon mahasiswa baru sejauh ini stabil. Dan tahun ini sudah banyak calon mahasiswa yang bertanya, ada yang langsung bertanya dengan kaprodi dan ada pula yang melalui perantara dari mahasiswa yang aktif di sini.

Upaya apa sajakah yang telah dilakukan pihak Prodi Teknik Industri untuk melayani masyarakat yang hendak mengetahuinya?

“Berbagai upaya pun telah kami lakukan, dari penyebaran brosur dan media langsung, tentunya dengan pembekalan tertentu. Seperti penjelasan mengenai kondisi teknik industri saat ini, keunggulan kurikulum, gambaran dosen-dosen teknik, gambaran profil, proses perkuliahan hingga titik berat masa perkuliahan, serta gambaran peluang kerja bagi sarjana teknik itu sendiri,” ujarnya.

Heri menambahkan di Teknik Industri Universitas Malahayati ini ada beberapa metode pembelajaran. Di antaranya tentu saja materi perkuliahan yang diberikan di kampus, selain itu mahasiswa juga memperoleh materi dari luar kampus. Di sini ada kegiatan studi eskursi atau kunjungan ke perusahaan/pabrik, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dan kegiatan magang/kerja praktek lapangan yang bertujuan menambah wawasan mereka mengenai dunia kerja yang sebenarnya.

Lalu persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk menyambut mahasiswa baru ?

“Persiapan tentu sudah kami lakukan, salah satunya yaitu persiapan bahan materi. Tentunya materi-materi yang akan kami sampaikan saat perkuliahan nanti,” ujar heri.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *