Universitas Malahayati (Unmal) Bandar Lampung yang mengusung Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan dua lembaga yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandar Lampung dan Walhi Lampung. Pelaksanaan penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Universitas Malahayati, Rabu (10/3/2021). Acara dilanjutkan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Hukum Unmal dengan Bawaslu Kota Bandar Lampung

Rektor Universitas Malahayati, Achmad Farich mengatakan kerjasama ini sangat membantu bagi Universitas Malahayati dalam rangka mencanangkan merdeka belajar kampus merdeka. “Kita akan terus membangun kerjasama dengan beberapa stack holder yang sangat dibutuhkan dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan,” kata Rektor Achmad Farich.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Hukum Universitas Malahayati, Adita Arief Firmanto menjelaskan inti dari MoA dengan Bawaslu, Universitas Malahayati menyiapkan mahasiswanya dalam menghadapi perubahan sosial, budaya dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat, serta kompetisi mahasiswa harus dipersiapkan dengan baik. Perguruan tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif.

“Agar mahasiswa/i dapat meraih capaian pembelajaran dalam mencangkup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan secara maksimal. Merdeka Belajar Kampus Merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut, kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di Perguruan Tinggi yang otonom dan fleksible,” terang Adita.

Selain itu, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Chandrawansyah menambahkan dengan adanya kerjasama antara Bawaslu Kota Bandar Lampung dan Universitas Malahayati dapat mempermudah saling bertukar ilmu, terutama Fakultas Hukum. “Kami bisa memberikan edukasi tentang tata cara menyelesaikan sengketa pilkada kepada para mahasiswa, khususnya dari Fakultas Hukum. Dan kami meminta kontribusi kepada Bawaslu Kota Bandar Lampung dengan memberikan pendidikan politik di tengah masyarakat, berperan menjadi pengawas partisipatif apabila ada momentum pilkada,” ucap Chandrawansyah.

Merdeka Belajar, Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja dan merupakan jawaban yang tepat dalam menjawab tantangan saat ini, dengan sistem ini memberikan kemudahan dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif. Bagi Perguruan Tinggi Merdeka Belajar Kampus Merdeka memberikan kemudahan untuk membuka program studi baru, perubahan akreditas perguruan tinggi dan hak belajar mahasiswa selama tiga semester diluar program studi.