Abdullah Arkha; Kaprodi Teknik Mesin

BICARA mengenai teknik mesin. Tentu saja akan menarik minat kawula muda maupun yang tua, khususnya pria tertarik dengan bidang ini. Begitupun dengan pria yang satu ini Ir Abdullah Arkha.

Sarjana Teknik Mesin di Universitas Syiah Kuala Aceh dan sedang menyelesaikan pendidikan Magister Teknik Mesin di Universitas Sriwijaya ini adalah Kaprodi Teknik Mesin di Universitas Malahayati. Beliau bergabung di Universitas Malahayati sejak tahun 1998.

Pria kelahiran Me Rayeuk, 28 Desember 1962 ini adalah mahasiswa yang mandiri. Bagaimana tidak? Ia adalah tenaga
ahli suatu perusahaan ketika masih menjalani studi Strata 1 nya dan karena prestasinya ia merangkap menjadi tenaga pengajar di Universitas Malahayati.

Pada tahun 2010, ia dipercaya untuk menjadi sekretaris jurusan dan ketika tahun 2014 dia diangkat menjadi Ketua Prodi Teknik Mesin di Universitas Malahayati meski masa jabatannya saat itu belum habis.

Pria yang akrab di sapa pak Arkha oleh rekan dan mahasiswanya ini mengaku sangat tertarik dengan teknik,
khusunya teknik mesin dan teknik elektro. Namun ia lebih memilih teknik mesin, karena saran dari pembimbingnya di STM. Walapun pada saat test kejuruan di STM pengetahuannya lebih unggul di elektro.

“Di teknik itu ada kesan kepuasan khususnya. karena dari yang belum jadi hingga menjadi sesuatu dan setelah jadi itu ada kepuasan khusus,”ujar arkha.

Dan mengenai upaya dan persiapan menyambut calon mahasiswa baru ini, telah dilakukan upaya yang cukup baik dari media brosur dan peran panitia PMB maupun peran dosen dan mahasiwa serta peran aktif para alumni Universitas Malahayati.

Dan ia menambahkan, peluang teknik ini sangat besar khusunya peluang kerja. karena dari pembekalan ilmu dan
praktek yang telah diberikan, mahasiswa diharapkan bahkan dituntut mampu membuka lapangan pekerjaannya sendiri.

“Namun itu semua tergantung dari potensi dan niat dari diri sendiri. Apa yang mampu ia unggulkan dari dirinya sendiri? Potensi apa yang mampu ia kembangkan? karena hidup bukanlah untuk suatu tujuan tapi perjalanan. Dan peran orang tua, dosen, dan teman hanya mengarahkan, membimbing dan mendukung, selebihnya itu tersadar dari diri masing-masing,” ujarnya.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − three =