Eka Sari Ningsih; Sosok Disiplin, Tegas, Sabar dan Telaten

BERBICARA tentang kegiatan belajar-mengajar di kampus, tentu saja tak lengkap rasanya jika tak membicarakan tenaga pengajar yang berperan besar dalam suksesnya kegiatan itu. Universitas Malahayati sendiri memiliki puluhan tenaga pengajar yang mempunyai teknik dan metode sendiri untuk membuat anak didiknya paham dan mengerti dengan apa yang ia sampaikan.

Salah satunya adalah salah satu dosen wanita di Fakultas Ekonomi, Bernama lengkap Eka Sari Ningsih, dosen yang satu ini terkenal sebagai sosok tegas dan disiplin dalam mendidik dan mengajar mahasiswanya, namun dibalik sikap tegasnya itu ia juga sosok yang telaten dan sabar dalam mendidik mahasiswanya. Sehingga ilmu yang disampaikan bisa terserap dengan baik.

Wanita kelahiran Kertapati, Palembang 41 tahun silam ini adalah anak kedua dari 6 bersaudara. Ia memulai pendidikannya di SDN 5 Bandar Lampung, SMPN 10 Bandar Lampung, dan SMA 3 Bandar Lampung. Sebelum akhirnya memutuskan untuk Kuliah di Universitas Lampung mengambil jurusan Manajemen di tahun 1992, namun seiring perjalanan kuliahnya justru ia lulus bukan sebagai Sarjana Ekonomi Manajemen melainkan SarJana Ekonomi Akutansi karena pada tahun 1994 ia ditawari untuk pindah jurusan akutansi yang baru saja buka di tahun itu.

Karena akutansi dan menghitung adalah passionnya, maka ia memutuskan untuk pindah jurusan akutansi yang mana memang lulusan akutansi memang masih sedikit pada saat itu. Di sela-sela perkuliahannya, ia juga mengajar kursus akutansi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta pada saat itu.
Lalu pada tahun 2010 ia mengambil Strata dua akutansi dan lulus pada tahun 2013.

Setelah lulus dari Universitas lampung ia sempat bekerja di salah satu perusahaan swasta sebelum akhirnya bergabung dengan Universitas malahayati sejak tahun 2003. Di Malahayati sendiri ia mengajar beberapa mata kuliah seperti Pengantar Akutansi, Analisis Laporan keuangan, Teori Akutansi, Controllership, dan Teori Akutansi.

Selain mengajar, ia juga mengisi hari-harinya dengan mengurus kedua anaknya. Saat weekend seperti ini ia habiskan untuk refreshing dengan  keluarga meskipun hanya untuk sekedar nonton dan makan, sambil juga mengurus usaha kuliner yang sedang ia rintis dan kembangkan.

Saat ditanya apa motto hidupnya, ia menjawab:

“Seperti yang saya selalu sampaikan di depan kelas, disiplin, konsisten, kerja keras, berusaha dan berdoa adalah kunci keberhasilan. dan yang penting jangan galau,” ujarnya sambil tersenyum saat ditemui team malahayati.ac.id jumat lalu di ruangannya.

Dengan menggunakan hijab putih dengan baju hitam lengan panjang dengan corak putih juga nampak fitlook di tubuhnya. Wanita yang sudah memiliki dua anak ini juga mengatakan, ia banyak sekali mengambil pembelajaran hidup di Universitas Malahayati, salah satunya bisa menyelami berbagai karakter mahasiswa yang menurutnya sangat menarik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × one =