Akafarma dengan Pamerannya

Perayaan Dies Natalis semakin meriah dengan dibukanya berbagai Pameran Stand. Berbagai karya mahasiswa/i yang unik dan menarik untuk dilihat, seperti stand milik mahasiswa Akafarma yang banyak menarik perhatian. Pameran karya mahasiswa ini diadakan di halaman komplek Kabara Foodcourt, Senin 18 Agustus 2015.

Akafarma sendiri membuka stand pameran tentang bagaimana mengidentifikasi dan cara membedakan makanan yang mengandung Formalin dan Boraks secara fisik atau secara organoleptis, Uji Warna, Simplisia (bahan obat/tumbuhan yang dikeringkan), Obat Tradisonal, Resistensi antibiotik, lalu Konsultasi Kecantikan oleh Apoteker Klinik VZ Skin Care dan Konsultasi Kesehatan oleh Apoteker Klinis.

“Makanan yang mengandung Formalin lebih kenyal, putih, pucat, tahan lama dan berbau zat kimia sehingga lalat tidak mau hinggap,”ujar Hersa Novitasari salah satu mahasiswi Akafarma yang ada di stand tersebut.

Hersa menambahkan “untuk uji sampel yang diduga mengandung Boraks harus melakukan proses pengabuan, lalu akan didapatkan sampel murni kemudian larutan diberi methanol dan masukan ke dalam cawan porselin lalu di bakar, jika saat di bakar api tersebut menyala hijau maka dapat di simpulkan bahwa sampel tersebut mengandung Boraks,”ujarnya.

Selain memamerkan makanan-makanan yang mengandung Formalin dan Boraks, di stand Akafarma juga terdapat Obat-obat tradisional, dan Simplisia seperti, kayu secang yang berguna untuk anti biotik, daun kejibling yang berguna pelancar air seni  dan batang brotowali yang berguna untuk anti piretik (obat penurun panas).[]

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 10 =