Cita-Cita Lolita Sary Patut Diapresiasi

LOLITA Sary S.Kep M.Kes, wanita berhijab ini Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Alumni Universitas Diponegoro (Undip) ini mulai bekerja di Universitas Malahayati (Unimal) sejak 2008 lalu.

Tekatnya mewujudkan FKM Unimal menjadi lebih baik lagi melalui input sampai dengan output patut mendapat apresiasi, menurutnya ilmu terapan yang dipelajari di FKM sangat bermanfaat jika diaplikasikan ketengah masyarakat utamanya peningkatan kesehatan.

“ Saya bersyukur FKM Unimal sudah terakreditasi B, ini menjadi tanggungjawab kami agar kedepannya lebih baik lagi,” kata Alumni Magister Kesehatan Undip.

Wakil Dekan yang menyelesaikan S1 dan S2 di Universitas Diponegoro ini sempat menceritakan pengalamannya hingga menjadi Wakil Dekan. Ia yang memang aktif dalam masyarakat dan sudah sempat berkerja di salah satu Project Ngo Luar Negeri dengan Belanda dibawah ASA PKBI (Aksi Stop Aids Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia), selain itu Ia juga bekerja di Administrasi di Departemen Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Diponegro. Semua pekerjaan ini dilakukannya sambil kuliah. Sebelumnya, Ia juga sempat DIII Kesehatan Gigi di Yogyakarta.

Saat bekerja di PKBI, Ia menangani masalah tentang anak-anak jalanan, remaja dan lebih kepada masalah kesehatan reproduksi hinggan masalah HIV Aids dan Narkoba. Ia menjelaskan, “Disitu saya berperan dalam penyuluhan, sosialisasi, membentuk education di berbagai sekolah di Semarang,” katanya.

Setalah itu, Ia mencoba melamar kerja di Universitas Malahayati, dan diterima sebagai Dosen, kemudian ia juga sempat menjadi sekretaris untuk S2 Fakultas Masyarat pada tahun 2010, lalu saat ini ia sudah diangkat sebagai Wakil Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat baik S1 maupun S2.

Wakil Dekan yang saat ini tinggal di Bukit Kemiling Permai ini juga sudah tersertifikasi menjadi seorang konselor HIV Aids oleh Kementrian Kesehatan, “Ini memang sudah tuntutan dan kewajiban saya, namun disin saya lebih menjadi konsultannya,”ujarnya.

“Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati merupakan satu-satu nya utusan dari Lampung, yang kebetulan di undang ke Jakarta untuk pengusulan penanda tanganan untuk Anti Tembakau,”katanya.

“Ruangan saya pun merupakan, ruangan yang tertutup bagi rokok, dan saya juga mencoba bagaiamana membuat Universitas Malahayati menjadi kawasan Anti Rokok, karena sebagian besar mahasiswa adalah kesehatan, dan saya mencobanya sedikit demi sedikit,” tutupnya.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 13 =