Dampak Psikologis Dari Tema Seminar Kesehatan

Seminar Kesehatan. Salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Universitas Malahayati dengan tema “Dampak Seks Bebas Usia Muda”, acara itu berlangsung di ruang Malahayati Carrer Center (MCC)  kamis 20 Agustus 2015.

“Tujuan dari acara ini adalah memberikan pengetahuan tentang bahayanya seks bebas dan sebagai acuan untuk kedepannya,” ujar Andoko.S.Kep.,Ns.,M.Kes selaku ketua panitia.

Dalam seminar yang diikuti oleh seluruh SMA/SMK di kawasan Bandar Lampung dan mahasiswa/i Universitas Malahayati ini para pemateri menyampaikan materi yang sangat baik dan bermanfaat untuk diketahui.

Salah satunya yang disampaikan oleh Lolita Sary S.Kep M.Kes, yaitu mengenai “Dampak Psikologi Perilaku Seks Bebas di Usia Remaja”.

Menurut data suryoputro, 2012. Sejak kurun waktu 2003-2012, 5-10% wanita dan 18-38% pria usia 16-24 tahun telah ‘melakukan hubungan seksual sebelum nikah’. Sedangkan menurut data Departemen Kesehatan, 2012. Anak usia 10-11 tahun sebesar 600.000 kasus, Remaja usia 12-14 tahun(tidak terdata) dan Remaja usia 15-19 tahun sebesar 2,2 juta kasus ‘hamil diluar nikah’.

Dan dari data itu adapun kasus aborsi yang dilakukan remaja karena terdorong rasa takut akan sanksi sosial/hukuman dari masyarakat. Menurut data mujayyanah, 2014. Lebih dari 200 wanita meninggal setiap harinya karena aborsi yang tidak aman, secara Fisik yaitu perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis, gangguan kesuburan infertilitas dan kematian. Dan secara psikologis, hilangya harga diri, perasaan dihantui dosa, dampak pernikahan, penghinaan masyarakat dan lain- lain.

Adapun hasil riset perilaku seks bebas pada remaja di Kecamatan “Ulu Belu” Kab. Tanggamus lampung. 30,3% remaja telah melakukan Petting – Intercouse sedangkan 69,7% telah melakukan Berciuman – Meraba.

Berikut dampak prilaku seks bebas mengenai hasil riset itu.

Cemas adalah emosi tanpa obyek yang spesifik, penyebabnya tidak diketahui dan didahului oleh pengalaman baru. Dan dari data riset itu terdapat 45,4% remaja yang cemas akan prilakunya dan 54,6% yang tak cemas karena menganggapnya biasa.

Rasa bersalah adalah suatu perasaan terhadap diri sendiri ketika perilaku seseorang melanggar batasan perilaku moral.Jika dari perasaan bersalah ada 38,7% dan 61,3% nya tak ada rasa bersalah.

Amarah adalah respon terhadap kecemasan yang dirasakan sebagai ancaman. Persentase adanya rasa marah ada 45,4% dan 54,6% sudah biasa.

Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup seseorang yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus tertentu. 49,6% merasa takut setelah melakukan prilaku seks bebas dan 50,4% tak merasa takut.

Depresi adalah emosional yang berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berfikir, berperasaan dan perilaku). 24,4% ada rasa depresi dan 75,6% tak ada rasa depresi.

Rendah diri adalah respon individu yang mengangap dirinya sendiri tidak mempunyai kemampuan yang berarti. Dan hanya 48,7% yang merasa rendah diri dan 51,3% tak merasa rendah diri.

“Menurut hasil riset, bahkan di tingkat kabupaten pun banyak prilaku seks bebas yang dilakukan pada remaja,” ujar Lolita.

Dan tujuan dari materi ini berharap para remaja sadar akan dampak psikologis dari prilaku seks bebas dan “pesan untuk remaja kuatkan keimanan kita kepada Tuhan, tentukan visi dan misi hidup kita demi kesuksesan di masa depan, perbanyak mengukir prestasi , dan remaja harus punya pondasi kuat berupa nilai hidup sehat berdasarkan pemahaman dan kesadaran yang komprehensif tentang seksualitas termasuk risiko seksual,” ujar Lolita menambahkan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *