Dokter Sri Maria Puji Lestari; Dosen Terbaik Tahun 2015 dari Fakultas Kedokteran

Malam puncak Dies Natalis yang diselenggarakan di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Kamis 27 Agustus 2015 pukul 18.30 s/d selesai. Di malam Puncak Dies Natalis ini juga disebutkan terpilihnya dosen terbaik dan karyawan terbaik.

dr. Sri Maria Pujiastari, salah satu dosen Fakultas Kedokteraan Umum dan juga ketua umum MEU (Medical Education Unit). Ia terpilih menjadi salah satu dosen terbaik 2015.

“Saya seneng, cukup menjadi reward saya dan semoga menjadi motivasi bagi teman-teman, kita tidak hanya menunaikan tugas bisa juga berprestasi bisa juga jadi teladan yang baik karena menilai dosen bukan hanya pada aspek mengajarnya saja melainkan juga penilaian dari aspek penelitian dan pengabdiannya,”Ujarnya.

Ia menambahkan,”be the best just for Allah, coba lakukan yang memang sebaik-baiknya dan semoga diluruskan segala jalannya dijalan Allah. Iya, karena apapun kegiatan kita bukan hanya beribadah kepada allah, namun bernafas, juga karena Allah. Insyallah pasti diluruskan jalannya dan dimudahkan jalannya. Apalagi di dunia pendidikan, itu bisa jadi amal jariyah untuk kita semua,”Ujarnya.

Ia sudah sejak 2011 bergabung dengan Universitas Malahayati. Ia menyelesiaikan Strata 1 di Universitas Diponegoro lulus sebagai Sarjana Kedokteraan, lalu melanjutkan Strata 2 Megister Pendidikan Kedokteran Universitas Indonesia.

Ia berasal dari Serang, pindah ke Lampung karena mengikuti suami yang ditugaskan di RS Abdoel Moelok, ia mencoba mendaftar di Universitas Malahayati karena hobby nya mengajar di dunia pendidikan.

“Malahayati adalah pahlawan wanita, jadi intinya bisa jadi motivasi kita, bahwa wanita juga dapat memberikan sumbangsih, dikeluarga juga tidak hanya dibelakang pria, namun juga bisa memberikan sumbangsih yang lebih untuk pendidikan khususnya di indonesia,”Ia menjelaskan.
Bagimana Kesan selama di Universitas Malahayati? “Menjadi dosen di Universitas Malahayati sangat berkesan misalkan, apa yang kita sampaikan itu bisa diterima, bisa digunakan diterapkan dengan baik, terutama untuk seorang dokter. Dokter yang berkompetensi dan profesional,”Ujarnya[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *