Ricko Gunawan: Badai Pasti Berlalu, Namun Topan Selalu Ada

BERNAMA Lengkap Muhammad Ricko Gunawan, pria yang akrab disapa Ricko ini Dosen Prodi S1 Ilmu Keperawatan (PSIK), Universitas Malahayati. Ia juga Waka Prodi Bidang non akademik PSIK yang diamanahi menjadi Wakil Direktur Bidang non Akademik Akademi Keperawatan Universitas Malahayati.

Saat ditemui tim malahayati.ac.id, Jumat, 4 September 2015 di ruangannya, Ricko menggenakan batik  coklat dengan motif diagonal senada dengan celana dasar berwarna hitam dan sepatu kulit yang juga hitam.

Ricko Lahir di Bandar Lampung 28 tahun lalu, ia mulai mengenyam pendidikan dasar di SDN 1 Kenali, Belalau, Lampung Barat, lalu melanjutkan ke SLTP Negeri 9 Bandar Lampung dan Melanjutkan lagi di SMA Kartika Tama Kota Metro. Setelah tamat SMA ia pun melanjutkan studi Strata Satu ilmu Keperawatan di salah satu Perguruan Tinggi  di Jakarta.

Ricko bergabung di Universitas Malahayati sejak tahun 2012, disini ia mengajar dasar-dasar ilmu keperawatan seperti Patologi, Pato Fisiologi, Anatomi Fisiologi dan Manajemen Keperawatan. Selain mengajar, pria ini juga hobi menulis dan fotografi. Ia menyalurkan hobi menulisnya di infolampung.com dan malahayati.ac.id. Ia juga di amanahi sebagai tim dokumentasi Universitas, yang bertanggung jawab mengabadikan momen penting yang terjadi di Universitas Malahayati seperti Yudisium, Wisuda, dan lain-lain.

Untuk Organisasi, sejak di bangku SMA ia sempat menjadi Paskibraka Kota Metro pada tahun 2004, Pradana Pramuka di Sekolahnya, Kapten Karate dan masih banyak lagi. Sekarang, selain aktif menjadi anggota Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ia juga menjadi Pengurus Purna Paskibra Indonesia Provinsi Lampung periode 2014-2019. Ia mengatakan, selain pendidikan formal, organisasi juga berperan sangat penting dalam membentuk karakter dan cara berfikirnya. Dengan organisasi, ia belajar arti memimpin, manajemen, publik speaking dan banyak hal positif lainnya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh civitas Universitas Malahayati untuk terus semangat dan melakukan yang terbaik bagi Universitas Malahayati, sekecil apapun perannya.

“Kita yang harus menghidupi Malahayati, meskipun kita juga hidup dari Malahayati. Kita punya tanggung jawb besar untuk memajukan kampus ini, sekecil apapun peran kita pasti akan berdampak baik jika dilakukan dengan sepenuh hati,” ujar Ricko.

“Badai pasti berlalu, namun topan selalu ada.”

Itu filosofi yang ia katakan, jadi ia berpesan kepada mahasiswa dan alumni untuk terus menjaga nama baik almamater, terus belajar dan mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan. Jadi jangan pernah malas apalagi berhenti untuk belajar, meski kalian sudah lulus dari Malahayati.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + 8 =