Dokter Dalfian; Konsep Baru Dengan Sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi

LELAH. Itulah mimik yang terlihat dari raut wajah pria ini. Meskipun begitu tak mengurangi semangatnya. dr.Dalfian begitu nama lengkapnya. Bergabung dengan Universitas Malahayati sejak 2012.

Pria kelahiran kerinci, 5 Agustus 1965 ini mengenakan batik biru saat berbagi pengalaman dengan wartawan malahayati.ac.id di Kabara foodcourt, Kampus Universitas Malahayati Rabu 9 September 2015.

Ia adalah salah satu tenaga pengajar untuk program studi kedokteran. Selain itu ia menjabat sebagai Ketua Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati sejak Juli 2015.

Dengan ini ia mengembangkan konsep baru yaitu sistem Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan harapan mahasiswa/i kedokteran mampu mengimplementasikan ilmunya sesuai standar pendidikan dokter.

Saat ditanya apa yang semestinya dilakukan bagi mahasiswa kedokteran terkait bidang keilmuan, ia menjawab:

“Belajar dengan sungguh-sungguh, antusias, ada keinginan untuk banyak tahu. Supaya mereka memiliki ilmu cukup akan keterampilan sesuai dengan standar keterampilan,” ujar Dalfian.

Selain itu, Dalfian menjelaskan bahwa mahasiswa kedokteran baik pendidikan dokter maupun profesi dokter harus lulus tepat waktu dan lulus dalam uji kompetensi serta aktif dalam belajar dan mengembangkan kemampuan (skill). Baginya yang terpenting adalah menjaga etika.

“Ilmu tak harus dari dosen saja, tetapi dapat diperoleh dari luar. Bisa searching di internet atau dari buku. Karena dosen dan prodi hanya mengarahkan mahasiswanya saja,” ujar Dalfian menambahkan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =