Ni Putu Rini Astuti; Peraih IPK Tertinggi Yudisium Kebidanan

MENGGUNAKAN kebaya merah muda dengan perpaduan hijau tosca, ia terlihat begitu anggun. Mahkota yang ia pakai menambah kesan elegan. Wajahnya begitu berseri saat selempang penghargaan disematkan padanya.

Ialah Ni Putu Rini Astuti, mahasiswa tingkat III Diploma IV Kebidanan Universitas Malahayati yang sedang berbahagia. Ia bukan menang pemilihan putri kecantikan, melainkan dinobatkan sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada yudisium Kebidanan hari ini di Ruang Tax Center Universitas Malahayati. Rini, begitu ia disapa, meraih nilai IPK 3.77 (cumlaude) dan menjadi yang terbaik diantara 174 peserta yudisium.

Meraih IPK Cumlaude tidaklah mudah. Tiga tahun ia berjuang dengan sungguh-sungguh demi mencapai hal itu. Praktik demi praktik ia jalani dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Hingga akhirnya mampu menyusun Karya Tulis Ilmiah dengan lancar tanpa kendala yang berarti.

“Semua itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Meskipun terlihat sulit, semuanya terasa mudah saat di jalani dengan sepenuh hati. Niat yang kuat dan support dari orang terdekat, itu yang terpenting,” ujarnya.

Wanita berusia 21 tahun ini juga mengatakan banyak sekali kenangan saat praktik di rumah sakit. Ada yang unik, menyenangkan kadang menjengkelkan. Semua ia sikapi dengan positif.

“Saat membantu persalinan, ada saja pasien yang unik. Ada yang diam, berterika, mencubit hingga meronta-ronta. Kita harus tenang dan sabar menghadapinya. Belum lagi keluarga pasien, kadang suka menjodoh-jodohkan saya dengan putranya. Ya itulah bidan, seru tapi penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap, kesuksesannya tidak hanya berhenti sampai disini. Ia ingin menjadi bidan yang profesional, beretika, dan mampu berbaur dengan masyarakat.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *