Ini Kata Rektor Malahayati tentang Sosok Soegiharto

Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi SH MH dalam sambutannya mengapresiasi kedatangan Komisaris Utama PT Pertamina Dr Soegiharto MBA untuk memberi kuliah umum ke kampusnya yang terletak di Bandar Lampung, Lampung. Kadafi bahkan memberi sambutannya tanpa teks, dan ia memahami sekarang mendalam tentang sosok Soegih

“Saya banyak membaca tentang sosok Pak Soegiharto, dan juga mendengarkan dari berbagai kalangan tentang Pak Soegiharto yang perjalanan hidupnya sangat mengagumkan. Kami di Universitas Malahayati tentu akan memetik pelajaran dari beliau,” kata Kadafi saat memberi sambutannya pada kuliah umum Soegiharto di Graha Bintang, Universitas Malahayati, Kamis 26 Maret 2015.

Pelajaran pending yang menjadi contoh, kata Kadafi, adalah ketekunan Soegiharto. “Bagaimana beliau menjalani kehidupan, dari seorang kuli hingga menjadi menteri. Dan saat ini beliau adalah seorang Komisaris Utama di PT Pertamina, kini di sini bersama-sama kita dan membagi ilmu. Kita harus memetik pelajaran-pelajaran hebat darinya,” kata Kadafi yang disambut teruskan tangan ribuan mahasiswa yang ikut kuliah Umum hari itu.

Soegiharto sendiri sudah me buka rahasia utama perjalan hidupnya, yaitu rajin. Sebab rajin itulah, Soegiharto mempu meraih berbagai prestasi. Ia yang dimasa kecil dulu adalah seorang kuli yang juga penjaga parkir, di masa dewasa bisa masuk ke Bank Trust Company and Chemical, kemudian menjadi Direktur Keuangan dan Direktur Utama Medco Energy, bahkan bisa menjadi Menteri Negara BUMN. Kini ia adalah Komisaris Utama PT. Pertamina.

Kadafi melanjutkan ucapannya, “yang menarik perjalanan hidup yang hampir sama juga ada pada diri Bapak Rusli Bintang, Ketua Pembina Yayasan Alih Teknologi yang juga adalah pendiri Universitas Malahayati. Beliau juga melalui perjalanan hidupnya dari seorang kuli pengangkut pasir. Mari kita ikuti jejak kehidupan yang hebat dari dua orang yang hebat ini,” katanya.

Rusli Bintang memang telah mendirikan empat universitas. Dimulai dengan Universitas Abulyatama di Banda Aceh, lalu Universitas Malahayati di Bandar Lampung, menyusul Universitas Batam di Batam, dan saat ini telah mendirikan Institute Kesehatan Indonesia di Jakarta. []