Atlet Kriket yang Memilih Menjadi Bidan

MENGGUNAKAN seragam bidan khas Malahayati dengan warna hijau dan jilbab putih. Dengan penuh semangat ia bercerita tentang dirinya di ruang dosen Universitas Malahayati, 18 September 2015.

Riyantina, mahasiswi semester 5 Fakultas Kebidanan Program Studi Kebidanan Universitas Malahayati. Ia juga ketua Himpunan Mahasiswa Kebidanan Universitas Malahayati (Himakeb). Ia terpilih setelah direkomendasikan oleh para dosen dan mendapat suara terbanyak setelah pemilihan berlangsung.

Gadis lulusan SMAN 15 Bandar Lampung, terbilang baru mengurus Himakeb. Meski baru dua bulan masa jabatan, ia sukses mengadakan acara temu silaturrahmi antar angkatan kebidanan bersama dosen.

“Saya baru diangkat Agustus lalu, tapi dukungan teman-teman yang membuat saya bersemangat. Acara pertama kami sukses. Kerja kami dapat apresiasi positif oleh dosen,” ujarnya.

Nay, sapaan akrabnya, Meski terlihat fenimim ternyata ia adalah seorang atlet kriket yang mewakili kontingen Lampung di kancah Nasional. Meski memiliki bakat di bidang olahraga ia lebih memilih menjadi seorang bidan.

“Jadi bidan itu luar biasa. Akan Menjadi saksi seorang manusia datang ke dunia, dan membantunya melihat dunia adalah sebuah keajaiban yang nyata bagi saya. Itu yang membuat saya bersemangat,” kata Nay.

Ia berharap bisa lulus sesuai target dengan waktu dan nilai yang ideal. Mampu menjadi alumni yang dapat membanggakan almamater. Yang terpenting semua anggota Himakeb bisa aktif dan kompak dalam setiap kesempatan.[]

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × one =