Siapa Sangka, Tempat Ini Menyuguhkan Ketenangan dan Keindahan

Hembusan angin terasa menerpa wajah para pengguna jembatan penghubung Universitas Malahayati. Bisikan merdu angin sore ini menjadi melodi pengiring gesekan daun sengon yang tertiup angin. Tarian daun nyiur dan gelak tawa para mahasiswa adalah pemandangan yang selalu disuguhkan di tempat ini saat sore tiba. Sama seperti hari ini, 02 Oktober 2015.

Baja ringan yang dirangkai menjadi sebuah konstruksi dan pagar pengaman. Ditopang dengan tiang yang juga baja agar jembatan ini mampu menahan beban orang yang melewatinya. Bagi sebagian orang ini mungkin hanya sebuah jembatan yang menghubungkan Gedung Rektorat, Gedung Perkuliahan, Komplek kabara foodcourt, Musholla, dan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Tapi bagi mereka pencari ketenangan, jembatan ini adalah tempat yang sangat nyaman sebagai tempat belajar di sore hari. Karena sore hari jembatan ini sudah jarang dilalui orang. Membaca buku ditemani suara angin sore adalah sensasi yang berbeda. Seolah kita sedang belajar di alam terbuka tapi berada di dalam kampus. Pemandangan hijau di bawah jembatan akan menyegarkan mata yang lelah karena fokus membaca halaman buku.

“Saya sering bersantai disini, melihat-lihat orang yang lewat. Belum lagi merasakan hembusan angin yang menerpa wajah. Nyaman banget disini, teman saya sering belajar sambil bawa buku disini,” ujar Rani, Mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Selain itu, para mahasiswa biasanya menggunakan jembatan ini sebagai tempat berbincang sambil melihat-lihat pelataran Malahayati seusai melaksanakan salat ashar. Memang disarankan untuk hang out di sore hari, karena suasananya sangat mendukung. Karena di siang hari terik matahari yang menyorot langsung tempat ini akan mengurangi kenyamanan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − 3 =