Universitas Malahayati; Religius & Humanis

Universitas Malahayati adalah lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang tak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu, para mahasiswa juga dibekali kedisplinan, etika, dan religi.

Selain itu, ditanamkan juga nilai-nilai humanis melalui pembinaan anak-anak yatim yang memang masuk dalam statuta universitas. Bentuk kepedulian pada anak-anak yatim ini misalnya bagi rektor minimal harus membina 12 anak yatim, wakil rektor 10, dekan 8, kepala jurusan 6, dosen 4, karyawan 2 dan 1 anak untuk mahasiswa.

Berada di Jalan Pramuka Nomor 27, Bandar Lampung, Universitas Malahayati menempati lahan 84 hektar. Berbagai fasilitas ada di sini. Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, juga dilengkapi asrama gratis, sarana olahraga seperti golf, badminton, futsal, hingga kolam renang, juga dilengkapi tempat kuliner.

Bahkan ada juga fasilitas rumah sakit yang terletak beberapa meter di sebelah kiri gerbang kampus yang diberi nama Rumah Sakit Bintang Amin. Agar pelayanan kesehatan menjadi lebih baik, manajemennya saat ini bekerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta, sehingga namanya menjadi Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin.

Adalah Dr (HC) H. Rusli Bintang yang menggagas universitas swasta di ujung timur Pulau Sumatera ini. Pengusaha berdarah Aceh yang dikenal sebagai bapaknya anak-anak yatim ini mengambil nama seorang pahlawan wanita dari Aceh yaitu Laksamana Malahayati untuk nama universitasnya.

Niat Rusli terwujud melalui Yayasan Alih Teknologi (ALTEK) Bandar Lampung. Maka lahirlah Universitas Malahayati pada Jumat 27 Agustus 1993. Sejak itu pula, Rusli memilih berkosentrasi di Lampung untuk membesarkan Universitas Malahayati. Ia memang sudah berpengalaman mendirikan universitas, sebelumnya sudah didirikannya Universitas Abulyatama di Banda Aceh.

Di Bandar Lampung, mula-mula Rusli menyewa empat pintu ruko (rumah toko) tiga lantai di Jalan Kartini, Bandar Lampung, untuk dijadikannya tempat mahasiswa menimba ilmu di perguruan tingginya. Ketika itu sudah ada empat fakultas, yaitu kedokteran, ekonomi, teknik, dan Akademi Perawat.

Rusli tak ingin mahasiswanya berjejal-jejal di dalam ruko. Maka ia mencurahkan segenap daya upayanya untuk membangun sebuah kampus yang ideal. Misalnya, Rusli rajin mengunjungi berbagai kampus ternama di Indonesia bahkan juga di luar negeri. Dari sana, ia mempelajari dan menerapkannya di Universitas Malahayati. Tentu saja ia tak melupakan kekayaan budaya di Indonesia, sehingga terjadi kombinasi antara perkembangan ilmu pengatahuan dan tetap dalam koridor kearifan lokal.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 1996, Universitas Malahayati berpindah lokasi ke Jalan Pramuka Nomor 27, Bandar Lampung. Lokasi ini pun semula berwujud hutan belantara. Sebuah tempat yang sunyi di pinggiran kota, sehingga kerap terjadi tindak kriminal yang sering disebut begal di Lampung.

Kehadiran Universitas Malahayati di sini mengubah banyak hal. Selain menjadi tempat keramaian, perekonomian masyarakat di sekitar kampus bertumbuh. Di sekitar kampus mulai tumbuh. Dan yang paling penting, insiden kriminalitas pun menghilang.

Perkembangan di dalam kompleks kampus pun terus berkembang. Pada 2002 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati resmi berdiri. Tiga tahun kemudian berdiri Program Sarjana Ilmu Keperawatan dibuka. Kemudian pada 2006 dibuka Program Diploma Kebidanan DIII dan DIV. Lalu pada 2009, Fakultas Kesehatan Masyarakat membuka Program Studi Pasca Sarjana Magister Kesehatan.

Kini, Rusli tak pula mengumbar bicara pada apa yang telah dilakukannya. Ia lebih suka setiap orang bisa datang dan melihat sendiri ke dalam kampus yang berada di lahan 84 hektar, sehingga bisa tahu dengan jelas dan detail apa saja yang bisa dilakukan mahasiswa di kampus Universitas Malahayati.

Kampus ini bisa dengan mudah di jangkau dari pusat kota Bandar Lampung, begitu juga dari Bandara Raden Inten, dan pelabuhan Bakauheni yang menjadi penghubung ke Pulau Jawa.

Memasuki pintu gerbang kampus, maka akan langsung menemui tanjak bukit. Di puncaknya berdiri Rumah Sakit Pertamina – Bintang Amin. Ada dua gedung menjulang berwarna hijau untuk merawat pasien di sini. Jalan menuruni bukit, di sisi kiri ada hutan jabon dan pohon durian yang tinggi-tinggi, di sisi kanan ada kolam alami yang besar yang berdekatan dengan perumahan dosen.

Dari sini kemudian akan menemukan bukit lagi. Di sinilah adanya kegiatan kemahasiswaan. Gedung Terpadu Universitas Malahayati berada di sebelah kanan. Di sini ada sembilan gedung tersebar di lahan tiga hektar. Antar gedung terkoneksi dengan jembatan, jadi tak perlu naik turun tangga untuk berpindah lokasi.

Adalah blok Kabara yang pertama di jumpai. Ini gedung bertingkat tujuh.  Masing-masing lantai berfungsi berbeda. Di antaranya lantai paling dasar ada Kabara Shop, di atasnya ada mushala, kabara prasmanan, di lantai empat Malahayati Carier Center, lantai lima ruang kuliah, berikutnya ada bak air, dan ruang teknologi informasi di lantai tujuh.

Kemudian di sebelah kanan blok Kabara ini ada gedung yang difungsikan menjadi tempat kuliner hingga pencucian pakaian.

Tepat di belakang gerai kuliner inilah berdiri tegak gedung berlantai delapan yang menjadi sentral mahasiswa dan dosen dalam beraktifitas. Lantai satu hingga lantai empat difungsikan menjadi asrama putri yang jumlahnya mencapai 384 kamar. Kemudian lantai lima dan enam adalah apartemen para dosen, disebut Asrama Green Dormitory.

Selain asrama mahasiswi, tentu saja ada asrama mahasiswa yang terletak di sebelah utara Blok Kabara. Berjumlah lima gedung dengan 276 kamar, asrama mahasiswa dilengkapi sarana olah raga, seperti kolam renang, lapangan basket, voli, tenis, dan driving golf.

Di lantai tujuh gedung ini, terdapat sejumlah peralatan teknis untuk ilmu kedokteran, sehingga disebut Laboratorium Kesehatan Terpadu. Contohnya, laboratorium dasar, biomolekuler, osce, dan laboratorium CBT (Computer Basic Training). Dalam bahasa sederhana bisa disebut sebagai lokasi laboratorium kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, dan farmasi.

Satu lantai di atasnya, adalah lokasi Perpustakaan. Di  dalamnya ada puluhan ribu koleksi buku yang tersusun rapi di dalam rak buku yang dikeliling 34 rumah adat yang berjejer rapi di sisi dinding kaca mengepung rak buku. Jadi, berada di dalam perpustakaan ini tak hanya membaca buku juga menyelami adat dan budaya yang ada di Indonesia.

“Ilmu pengetahuan yang baik tentu saja akan makin bagus jika dikuatkan dengan pemahaman kearifan lokal. Perpustakaan ini menyampaikan pesan untuk menjadi Indonesia yang cerdas,” kata Rusli.

Perpustakaan juga dilengkapi fasilitas internet untuk mempermudah pengunjung mengakses atau mencari bahan rujukan melalui beberapa portal, seperti Proquest, Ebsco, dan IGI Global.

Keunikan perpustakaan Universitas Malahayati juga menyebabkan banyak wisatawan lokal berdatangan. Selain membaca, mereka juga berfoto-foto. Begitu pula pelajar dari berbagai kabupatan di wilayah Lampung rajin berkunjung.

Adapun para mahasiswa di Universitas Malahayati, setiap datang ke perpustakaan biasanya menempati rumah adat di kampungnya.  Maklum, mahasiswa di Universitas Malahayati setidaknya untuk saat ini berasal dari 27 provinsi.

Di sebelah kanan perpustakaan,  ada ruang yang lebar dan bersekat-sekat dengan berbagai fasilitas. Didominasi warna abu-abu, tempat ini disebut ruang baca. Berbagai fasilitas untuk kenyamanan membaca ada di sini termasuk perpustakaan digital.

Ruang Baca ini merujuk pada salah satu universitas ternama di negeri Belanda. Dari ruang baca, bisa melihat panorama alam Bandar Lampung, perumahan penduduk, dan gedung-gedung kampus Universitas Malahayati.

Di seberang gedung berlantai delapan ini ada gedung yang diberi nama Graha Bintang. Graha Bintang berada dalam blok gedung rektorat yang berdiri di atas tanah sekitar satu hektar.

Rektorat yang bersisian dengan Graha Bintang itu berupa gedung tujuh lantai yang di dalamnya ada ruang kuliah di lantai satu hingga lantai tiga. Kemudian di lantai empat ada ruang ujian OSCE CBT (Ujian Kelulusan Dokter Indonesia), Medical Education Unit (MEU), dan ruang Dosen Terpadu.

Adapun di lantai lima adalah ruangan yayasan, rektor, para wakil rektor, para ketua prodi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, LPMI (Lembaga Penjamin Mutu Internal), ruang Kepala Biro Umum, Biro Akademik, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, P3T (Pusat Pelayanan Pendidik Terpadu), keuangan, ruang Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Pusat Teknologi Informasi Komunikasi (PTIK).

Sedangkan di lantai enam dan tujuh ada lapangan Futsal, kantin Kabara, dan ruang tempat makan tamu saat acara-acara kampus.

Di belakang areal kampus lahan-lahan pertanian rakyat bertingkat-tingkat. Tak ada pagar pembatas antara persawahan rakyat. []