Posts

John Gorrie; Penemu Air Conditioner

John Gorrie (3 Oktober 1803 – 29 June 1855) adalah seorang dokter, ilmuwan dan penemu. Ia lahir di Pulau Nevis di Kepulauan Leeward dari Hindia Barat pada 3 Oktober 1803, ia menghabiskan masa kecilnya di Carolina Selatan. Ia menempuh pendidikan medisnya di College of Dokter dan Ahli Bedah dari Distrik Barat New York di Fairfield, New York.

Pada tahun 1833, ia pindah ke Apalachicola, Florida, sebuah kota pelabuhan di pantai Teluk. Serta menjadi dokter residen di dua rumah sakit, Gorrie aktif di masyarakat. Pada berbagai waktu ia menjabat sebagai anggota dewan, Postmaster, Presiden Bank of Pensacola ini Apalachicola Branch, Sekretaris Masonik Lodge, dan salah satu vestrymen pendiri Gereja Trinity Episcopal.

Pada itu ada sebuah teori mengatakan bahwa udara yang buruk menyebabkan penyakit lazim dan berdasarkan teori ini ia dinginkan kamar dengan es dalam baskom dan digantung dari langit-langit, lalu menggunakan kipas angin sehingga hawa dari es tersebut dapat mendinginkan ruangan. 

Pada tahun 1845, ia menyerah praktek medis dan fokus mengejar proyek pendinginan. Pada tanggal 6 Mei, 1851, Gorrie diberikan Paten No 8080 untuk mebuat sebuah mesin es.

Gorrie berusaha untuk mengumpulkan uang untuk memproduksi mesinnya, namun usaha itu gagal ketika pasangannya meninggal. Ia juga menerima banyak kritikan. Kesehatannya terus menerus menurun, Gorrie meninggal di pengasingan pada 29 Juni 1855. Ia dimakamkan di Gorrie Square Apalachicola.

Mesin penemuannya kemudian dikembangkan oleh Willis Carrier yang kemudian dikenal sebagai penemu AC modern pada 1902. | sember: en.wikipedia.org

Potret Kebersamaan Anggota Sar Medis dan Pembina dari PT Bukit Asam Usai Kegiatan Water Rescue

SEARCH And Rescue (SAR) Medis Universitas Malahayati ikuti kegiatan Water Rescue bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Kelapa Pantai Pahawang pada Minggu, 28 Agustus 2016. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan SAR Medis.

Water rescue adalah kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta pemindahan korban dari perairan seperti kolam,
sungai dan laut. Serta mengatur pola nafas dan teknik evakuasi lainnya di dalam air. Kegiatan ini diikuti 11 orang anggoa SAR Medis dan 3 orang pembina dari PT. Bukit Asam Tbk.

Selain water rescue agenda kegiatan mereka ditutup dengan snorkling bersama dan bakar ikan di tepi pantai. Berikut potret kebersamaan mereka:

IMG_20160830_212949 IMG_20160830_212951 IMG_20160830_212953 IMG_20160830_212956 IMG_20160830_212942 IMG_20160830_212944 IMG_20160830_212947

Potret SAR Medis Malahayati Ikuti Water Rescue Bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk [part 2]

SEARCH And Rescue (SAR) Medis Universitas Malahayati ikuti kegiatan Water Rescue bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Kelapa Pantai Pahawang pada Minggu, 28 Agustus 2016. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan SAR Medis.

Water rescue adalah kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta pemindahan korban dari perairan seperti kolam,
sungai dan laut. Serta mengatur pola nafas dan teknik evakuasi lainnya di dalam air. Kegiatan ini diikuti 11 orang anggoa SAR Medis dan 3 orang pembina dari PT. Bukit Asam Tbk.

Selain water rescue agenda kegiatan mereka ditutup dengan snorkling bersama dan bakar ikan di tepi pantai. Berikut potretnya:

IMG_20160830_211417 IMG_20160830_211419 IMG_20160830_211424 IMG_20160830_211429 IMG_20160829_111756 IMG_20160830_211402 IMG_20160830_211404 IMG_20160830_211407 IMG_20160830_211413

Potret SAR Medis Malahayati Ikuti Water Rescue Bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk [part 1]

SEARCH And Rescue (SAR) Medis Universitas Malahayati ikuti kegiatan Water Rescue bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Kelapa Pantai Pahawang pada Minggu, 28 Agustus 2016. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan SAR Medis.

Water rescue adalah kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta pemindahan korban dari perairan seperti kolam,
sungai dan laut. Serta mengatur pola nafas dan teknik evakuasi lainnya di dalam air. Kegiatan ini diikuti 11 orang anggoa SAR Medis dan 3 orang pembina dari PT. Bukit Asam Tbk.

Selain water rescue agenda kegiatan mereka ditutup dengan snorkling bersama dan bakar ikan di tepi pantai. Berikut potretnya:

IMG_20160829_111808 IMG_20160829_111812 IMG_20160829_111816 IMG_20160829_111753 IMG_20160829_111759 IMG_20160829_111803

SAR Medis Universitas Malahayati Ikuti Kegiatan Water Rescue Bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk

SEARCH And Rescue (SAR) Medis Universitas Malahayati ikuti kegiatan Water Rescue bersama Pembina PT Bukit Asam Tbk. Kegiatan ini berlangsung di Pulau Kelapa Pantai Pahawang pada Minggu, 28 Agustus 2016. Ini merupakan kegiatan rutin tahunan SAR Medis.

Water rescue adalah kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta pemindahan korban dari perairan seperti kolam,
sungai dan laut. Serta mengatur pola nafas dan teknik evakuasi lainnya di dalam air. Kegiatan ini diikuti 11 orang anggoa SAR Medis dan 3 orang pembina dari PT. Bukit Asam Tbk.

Selain water rescue agenda kegiatan mereka ditutup dengan snorkling bersama dan bakar ikan di tepi pantai. []

 

Fakta-Fakta Seputar Air yang Harus Anda Tahu

Perayaan internasional dari hari Hutan Dunia pada tahun in mengusung tema hutan dan air. Dengan menyediakan sebuah wadah untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya semua tipe hutan dan pohon yang berada di luar hutan.

Hutan menutupi satu pertiga dari daratan di bumi dengan memiliki fungsi yang vital di seluruh dunia. Sekitar 1,6 miliyar penduduk, termasuk lebih dari 2.000 makhluk hidup yang bergantung pada hutan.

Hutan adalah tempat yang menyimpan keanekaragaman hayati terbanyak,dengan lebih dari 80 persen spesies hewan darat , tumbuhan dan serangga. Hutan juga menyediakan tempat tinggal, mata pencaharian dan keamanan bagi masyarakat yang hidupnya bergantung pada hutan.

Namun semua hal yang berharga dari hutan secara ekologis, ekonomi, sosial dan manfaat kesehatan menjadi tidak berharga mengingat penggundulan hutan terus terjadi dengan 13 juta hektar hutan dihancurkan setiap tahunnya. Jumlah penggundulan hutan menyebabkan peningkatan gas emisi rumah kaca sebesar 12 hingga 20 yang membantu perubahan iklim.

Setiap tahun International Day of Forest dirayakan dengan bagaimana hutan dan pohon dapat dipertahankan dan melindungi kita semua. Tahun ini PBB ingin meningkatkan kesadarn bagaimana hutan yang menjadi kunci dalam pemasok air tawar dunia yang sangat penting untuk kehidupan.

Tahukah Anda ?

  • Hutan dan lahan basah menyediakan 75 persen akses dunia terhadap air tawar.
  • Sekitar satu dari tiga kota terbesar di dunia mendapatkan proposi air minum signifikan dari wilayah hutan lindung.
  • Meningkatkan manajemen sumber air dapat meningkatkan keuntungan ekonomi yang cukup besar.
  • Hutan bertindak sebagai filter air alami.
  • Perubahan iklim mengubah peran hutan dalam arus air dan ketersediaan sumber daya air.
  • Hutan memiliki peran

sumber: nationalgeographic.co.id

Hari Air Internasional, Ini kata Mahasisiwa Teknik Lingkungan Tentang Air

Muhammad Aji Darmawan, biasa disapa Aji adalah mahasisiwa jurusan Teknik Lingkungan Universitas Malahayati. Memperingati hari air internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, Aji memberikan pendapatnya mengenai air dan memperlakukan air yang baik.

Menurut Aji yang paling penting dari air adalah kualitas dan kuantitasnya.. Saat ini  setiap orang bekerja kebanyakan berkaitan dengan air, ditambah populasi yang terus meningkat sehingga kebutuhan air pun meningkat, oleh sebab itu kita perlu menjaga air tersebut.

Dalam memperlakukan air dapat dimulai dari gaya hidup kita contohnya dalam membuang sampah. “Jangan buang sampah sembarangan, apalagi buang sampah dibadan air, karena samapah akan mempengaruhi kualitas air,” ujar Aji kepada malahayati.ac.id via telepon Selasa, 22 Maret 2016.

Aji menyarankan agar air kotor (air yang mengandung bahan kimia) tidak langsung dibuang ke saluran air bersih, agar proses alami air kotor menjadi air bersih tidak memakan waktu lama.

Menurut Aji dalam menjaga kuantitas air, idealnya kita menjaga tanaman. Pasalnya tanaman dapat menyimpan cadangan air untuk kita. Selain itu ia juga menyarankan alternatif lain dengan membuat lubang biopori dirumah untuk menyerap air hujan dan menyimpan cadangan air.

Dengan ditetapkannya Hari Air Internasional yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, Aji berharap agar semakin banyak individu yang mengerti bagaimana menjaga lingkungan. “Karena ketika kita mengerti bagaimana menjaga lingkungan, kita akan tau dan merasakan bagaimanan memiliki kualitas air bersih dan sehat serta lingkungan yang sehat,” ujar Aji.

Sensasi Memasak Dengan Kompor Alam di Pantai Wartawan

PANTAI berpasir putih, gulungan ombak yang menghempas karang, birunya jernih air laut dan panorama keindahan tarian pohon tertiup angin adalah hal yang biasa kita jumpai di pantai kebanyakan. Tapi tidak bagi pantai yang satu ini, melihat Kepulan asap yang berasal dari sumber mata air panas yang keluar dari bebatuan di sekitar pantai adalah sensasi unik yang belum tentu anda dapatkan jika berkunjung ke pantai lain.

Dilansir dari gosumatra.com, Pantai Wartawan, masyarakat menyebutnya. Terletak di Desa Way Muli, kecamatan Rajabasa, Lampung selatan. Pantai ini menjadi daya tarik wisata yang memberikan sensasi berbeda bagi setiap pengunjungnya. Karena memiliki belasan sumber mata air panas yang memiliki suhu sekitar 80-100 derajat celcius, jadi jangan coba-coba untuk memasukkan tangan atau kaki anda ke dalam mata air panas di pantai ini.

Disini anda disarankan membawa makanan yang bisa di rebus seperti telur dan lain-lain agar bisa merasakan sensasi masak menggunakan kompor alam di Pantai Wartawan ini. Bahkan di pagi dan sore hari anda akan melihat beberapa anak nelayan memasak udang, telur dan ikan hasil perburuan mereka. Uniknya lagi, disini anda bisa menyeduh kopi menggunakan air yang ada di tepi pantai, karena meski letaknya di bibir laut, air ini tidak terasa asin alias tawar.

Selain bisa menikmati sensasi memasak menggunakan kompor alam, disini anda juga bisa menikmati indahnya panorama alam pantai dari atas Bukit Botak yang letaknya tidak jauh dari sumber air panas. Panorama keindahan pantai bisa Anda nikmati dari atas bukit berketinggian 50 meter ini. Di bukit inijuga, anda dapat melihat goa dan berziarah ke makam Tubagus Sulaiman, ia adalah seorang pendekar yang berasal dari Banten.

Tidak hanya itu, masyrakat sekitar juga percaya, air panas itu bisa mengobati berbagai jenis penyakit seperti dari rematik, alergi dan lain-lain.

Bagaimana panorama alam disana? chek this out:

Bagi kalian yang ingin datang kesini caranya sangat mudah, karena lokasinya persis di tepian jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Rajabasa dengan Kota Kalianda. Mengenai tarif masuk, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp. 2.500,- per orang. ditambah lagi jasa parkir kendaraan, biasanya berkisar antara Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil.