Posts

Potret Keasrian Air Terjun Telaga Janda di Jambi

Seorang Mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum Universitas Malahayati angkatan 2014, Bobi Promondo. Pria asal Jambi yang membagi edisi liburannya selama liburan panjang semester genap ke Air Terjun Telaga Janda. Ia dan teman-temannya tepat dihari weekend, berangkat menuju destinasi pukul 10.00. Selama perjalanan mereka menempuh hingga dua jam perjalanan.

Sesampainya disana, mereka sudah mulai dijamu oleh keasrian air terjun nan cantik. Keindahan tersembunyi ini memiliki tujuh tingkatan ini teramat dingin dan jernih tanpa terkontaminasi dengan hiruk pikuk perkotaan. Mereka merasa sangat puas dan senang, kelelahan mereka terbayar disini.

Berikut potret keasrian Air Terjun Telaga Janda di Jambi:

1472820418882 1472820395654 14728203402801472820393521 1472820365613 1472820421129 1472820361298

Edisi Liburan Bobi; Keindahan Tersembunyi Air Terjun Telaga Janda di Jambi

SEORANG Mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum Universitas Malahayati angkatan 2014, Bobi Promondo. Pria asal Jambi yang membagi edisi liburannya selama liburan panjang semester genap ke Air Terjun Telaga Janda. Ia dan teman-temannya tepat dihari weekend, berangkat menuju destinasi pukul 10.00. Selama perjalanan mereka menempuh hingga dua jam perjalanan.

Selama perjalanan, tak disangka mereka melewati jalan yang rusak tanah bebatuan yang belum teraspal. Terdapat perdesaan dan perbukitan yang menemani mereka saat di perjalanan. ternyata rintangan yang mereka hadapi bukan hanya melewati jalan yang rusak, tetapi motor yang digunakan oleh Bobi pun rusak.

“Dipertengahan jalan kita di hadapi oleh suatu masalah yang ternyata motor saya rusak sewaktu ingin menaiki tanjakan yang menurut saya sangatlah tinggi. Ditambah dengan jalannya yang rusak,” Ujar Bobi.

Lelah ditambah terik surya yang kini mulai memanas, ia dan temannya mendorong motor hingga ke atas dan terus mencoba untuk menghidupkan motor kembali. Sunyi sepi tepat diatas bukit mereka mulai memperbaiki motor, hingga memakan waktu satu jam untuk memperbaiki. Alhasil, motor pun hidup kembali dan mereka dapat melanjutkan perjalanan kembali.

Perjalannyan sekitar 15 menit lagi, ia sampai pada tempat tujuan yakni Air Terjun Telaga Janda. Sesampainya disana, mereka sudah mulai dijamu oleh keasrian air terjun nan cantik. Keindahan tersembunyi ini memiliki tujuh tingkatan ini teramat dingin dan jernih tanpa terkontaminasi dengan hiruk pikuk perkotaan. Mereka merasa sangat puas dan senang, kelelahan mereka terbayar disini.

“Rasanyaa wow banget dikarenakan kita mendapat banyak rintangan dan tantangan untuk sampai disini. Tetapi setelah sampai, semua rasa lelah terbayar dari air terjun yang sangat cantik. Disini kita main air dan berfoto hingga menghabiskan hampir 2 jam. Setelah usai, akhirnya kita pulang dengan rasa bahagia,” tambahnya,[]

Air Terjun Curug Lestari Kota Batu, Lampung Tengah

LAMPUNG yang merupakan sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Keindahan alam di Lampung memang tidak ada habisnya, mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Seperti air terjun Curug Lestari Kota Batu, Lampung Tengah.

Air terjun yang berada di Kawasan Register 39 Dusun 4, Desa Kota Batu, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung ini diberi nama Curup Lestari. Masyarakat yang tetap menjaga kelestarian alam inilah yang membuat nama itu melekat pada areal air terjun di sana. Ketinggiannya sekitar 30 meter dari permukaan.

Alamnya yang indah dan kondisi air yang masih jernih serta sejuk membuat orang-orang ingin kembali datang ke sana. Untuk menjangkau lokasi air terjun ini, dari Bandarlampung membutuhkan jarak tempuh sekitar 2 jam lalu dilanjutkan dengan naik ojek dengan medan jalan yang curam sekitar 3 kilometer.

Sesampainya di lokasi, kelelahan seketika langsung hilang karena kita disambut dengan jutaan butiran air yang terbawa angin dari jarak 2 meter dari sumber air terjun.

Udara yang masih sangat segar, suara gemericik air sungai yang sangat jernih ditambah suara-suara khas satwa yang ada dihutan menyatu seolah menghasilkan sebuah simphoni yang indah hasil mahakarya Tuhan yang luar biasa, menciptakan ketenangan tersendiri yang mampu melarutkan segala kepenatan dan menghilangkan rasa lelah yang kini berubah menjadi kepuasan. Sebuah ungkapan yang mungkin akan anda rasakan sendiri ketika mengunjungi air terjun ini.

Pengunjung yang ingin menikmati suasana keindahan alamnya tak perlu pengeluarkan biaya masuk. Tetapi, warga di sana menerapkan aturan lokal yang disepakati bersama dalam rangka menjaga kelestarian alam ini tetap terjaga. Seperti, pengunjung tidak boleh meninggalkan bara api saat musim kemarau, karena dapat menyebabkan kebakaran hutan. |Dikutip dari berbagai sumber.

Air Terjun Lubuk Lau Pesawaran, Lampung

BICARA soal wisata Lampung seperti tak ada habisnya. Dari pegunungan, lautan maupun daratan semua punya cerita sebagai tempat wisata. Sama halnya dengan air terjun yang satu ini. Air Terjun Lubuk Lau, Lampung.

Air terjun Lubuk Lau ini terletak di Desa Way Sabu, Pesawaran Lampung. Aksesnya cukup mudah, Anda hanya perlu melakukan perjalanan ke arah pesawaran melewati pantai sari ringgung, pantai ketapang dan pantai klara, tak jauh dari pantai klara itu terdapat markas TNI Anggkatan Laut, Brigade Infanteri -3 Marinir, Batalyon Infanteri -9. Sampai menemukan pertigaan ambil jalur kanan masuk menuju sebuah perkampungan sampai ke titik akhir di tandai dengan adanya bendungan.

Untuk Kendaraan seperti motor dan mobil dapat kamu parkir di sekitaran rumah warga atau menitipkan ke salah satu rumah yang ada di perkampungan itu, dan pastinya jangan malu dan bersikap sombong dengan tak menegur orang di perkampungan di sana.

Untuk menuju ke air terjun ini bisa di lakukan dengan jalan kaki sambil menyusuri pinggiran sungai. tracknya cukup tak terlalu sulit, hanya mendaki gunung beberapa menit kemudian menyusuri sungai. Setelah menyusuri sungai beberapa menit Anda akan menemukan spot air terjunnya.

Terdapat dua jenis air terjun di sini. Setelah menyebrangi air terjun pertama, turun lagi ke bawah sehingga kamu menemukan air terjun kedua yang akan membuat Anda berdecak kagum. Banyak aktifitas yang dapat dilakukan di sini, mulai dari berenang, duduk santai atau sekedar foto-foto. Rasa lelah setelah melakukan perjalanan, terbayar oleh indahnya air terjun ini.

Air Terjun Lubuk Lau 1Air Terjun Lubuk Lau 2Air Terjun Lubuk Lau

|Sumber: @explorerlampung, bugistraveler.com

Air Terjun Jarum Lebuay; Kembar Saat Musim Penghujan, Tunggal Ketika Kemarau

LAMPUNG yang merupakan salah satu wilayah bagian Sumatera Indonesia yang memiliki kekayaan akan wisata alamnya. Namun tak hanya hamparan pantai indah dan pulau-pulau kecilnya yang kini menjadi tujuan wisata para traveler dari berbagai daerah maupun mancanegara. Ternyata Bumi Lada ini menyimpan banyak harta karun berupa keindahan alam yang masih tersembunyi. Yakni berupa air terjun yang tersebar di banyak kabupaten di Lampung. Salah satunya Air Terjun Jarum Lebuay di Tanggamus.

Air terjun yang terletak di Pekon Lebuay Datar, Air Naningan Tanggamus ini memiliki keelokan nan unik. Karena air terjun ini merupakan air terjun kembar. Namun yang membuatnya unik adalah keberadaannya yang kembar ini hanya dapat dinikmati ketika musim penghujan. Dan ketika tiba musim kemarau air terjun ini akan berubah menjadi air terjun tunggal seperti kebanyakan air terjun.

curup

Air terjun ini dengan jarak tempuh sekitar 70-90 kilometer dari Ibukota Provinsi Lampung dengan melalui rute Bandar Lampung- Gedong Tataan (Pesawaran)- Pringsewu -Talang Padang(Tanggamus)- Kecamatan Air Naningan.

Sampai di papan menuju Bendungan Batu Tegi di sebelah kanan jalan, maka kita pun berbelok. Ikuti jalan menuju Bendungan Batu Tegi, tapi sesampai di depan gapura menuju Batu Tegi, kendaraan terus saja menikuti jalan aspal. Sampai akhirnya jalan aspal habis dan berganti jalan tanah merah.

Tak jauh sekitar 200 sampai 300 meter, ditemui jembatan gantung kuning yang sangat panjang yang hanya bisa dilalui satu motor saja secara bergantian. Untuk menyebrang, kita harus melihat apakah di ujung sebelah sana ada motor juga atau tidak, bila ada kita harus menunggu. Setelah itu, jalan tanah merah berdebu kembali menyambut.

Ikuti saja jalan tanah merah berdebu hingga akhirnya ada jalan kecil berbelok menuju arah air terjun. Jangan sungkan bertanya dengan warga setempat bila baru kali pertama ke sini agar tidak tersasar. Sampai di parkiran dan membayar Rp 5.000 untuk satu motor, kita pun bisa langsung tracking menuju air terjun.

Akses perjalanan yang menempuh waktu sekitar 3 jam ini cukup menantang, karena pengunjung harus mendaki dan menuruni bukit serta menelusuri perkebunan warga. Namun rasa lelah dari perjalanan tadi akan terbayar dengan rasa sejuk yang disugguhkan air terjun ini.

Selain itu, ada satu keunikan lainnya yang ditawarkan Curup Jarum Lebuay ini yakni kita bisa berjalan meniti bebatuan dari balik derasnya air terjun. Ada ceruk berlumut hijau dan goa kecil yang bisa kita temui kala berjalan ke sini. Tempias air langsung membasahi pakaian kita. Namun karena licinnya bebatuan, kita harus tetap berhati-hati saat melintas.

Adapun aktifitas lain selain menikmati air terjun dan bermain air. Pengunjung juga bisa memancing atau menangkap ikan disini. Karena memang terdapat ikan di area air terjun ini dan ikannya cukup besar untuk disantap.

|Dikutip dari berbagai sumber

Destinasi Wisata Air Terjun Tambak Jaya di Kabupaten Lmpaung Barat

KEINDAHAN alam di Indonesia memang tidak ada habisnya, tak terkecuali Lampung. Mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Lampung adalah sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Salah satu keindahan alam Lampung ini, yaitu Air Terjun Tambak Jaya.

Air terjun Tambak Jaya merupakan tujuan wisata air terjun yang menakjubkan, berlokasi di Pekon Tambak Jaya, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung. Berjarak ± 49 Km ke arah Tanjung Karang dari kota  Liwa. Luas kawasan air terjun Tambak Jaya ini memiliki lua wilayah 1 Ha, dengan suhu udara rata-rata 25-28 derajat celsius.

Keindahannya tiada dua, bagaikan lukisan dari Sang Mahajana  itu sendiri. Airnya deras mengalir membelah bebatuan yang dilaluinya. Jernih dan segarnya siap menghapus dahaga dan penat sehari-hari para pendatang yang berkunjung ke tempat ini. Suasana perbukitan dan lembah yang masih asri dan hening menambah keindahan tempat ini. Suara air yang mengalir jatuh ke sungai membuat perasaan tenang dan makin terhanyut untuk menikmati keindahan air terjun ini.

Selain itu, bagi Anda yang senang dunia fotografi atau hobi berfoto, disinilah salah satu tempat yang cocok bagi Anda. Panorama dan pemandangan ini berkonfigurasi berbukit, lembah dan sungai.

Tips

  1. Pantaulah cuaca saat akan berkunjung ke Air Terjun Tambak
    Jaya, karena akan sangat menganggu liburan anda jika tiba-
    tiba turun hujan.
  2. Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat
    pengeluaran selama wisata anda.
  3. Bawalah barang-barang anda seperlunya. Karena jika
    terlalu banyak, akan memberatkan anda sendiri.
  4. Jika hari libur, biasanya pengunjung yang datang ke Air
    Terjun Tambak Jaya sangat ramai. Jadi, ada baiknya datang di
    hari-hari biasa saja agar anda bisa bebas berwisata di air
    terjun ini.

|sumber: epictio.com dan dikutip dari berbagai sumber

Eksotisme Air Terjun Sepapa Kanan dan Sepapa Kiri di TNBBS

TAMAN Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menyimpan potensi parawisata. Satu diantaranya air tejun Sepapa Kanan dan Sepapa Kiri. Air terjun itu terletak di dalam kawasan hutan TNBBS. Tepatnya di wilayah pekon Kubu Perahu, kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat.

TNBBS ini telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia karena memiliki keanekaragaman hayati baik dari segi vegetasi hutan, flora dan fauna serta sebagai penghasil oksigen yang dibutuhkan dunia. Tumbuhan yang menjadi ciri khas taman nasional ini adalah bunga bangkai jangkung, bunga bangkai raksasa, dan anggrek raksasa/tebu. Sedangkan habitat fauna langka seperti burung tokhtor Sumatera, rangkong paruh merah, gajah dan sumatera, beruang madu dan lainnya juga mendiami Taman Nasional ini.

Air terjun Sepapa Kiri dan Sepapa Kanan dengan ketinggian 60 meter dan 20 meter terlihat perkasa dengan mencurahkan begitu banyak air. Dengan suhu rata-rata 22 derajat celcius, wisatawan akan menikmati kesejukan suasana dan keindahan telaga. Untuk mencapai kedua air terjun tersebut, wisatawan menyusuri sungai yang jernih sekitar 2-3 jam dengan medan tracking yang menantang bagi yang menyukai kegiatan adventure.

sepapa kiri

Air terjun sepapa kiri

sepapa kanan

Air terjun sepapa kanan

Cara pencapain lokasi: Teluk Betung-Tanjung Karang-Kota Agung menggunakan mobil, Kota Agung-Tampang menggunakan kapal motor sekitar enam jam, Kota Agung-Banjarnegoro-Sukaraja Atas/Suwoh menggunakan mobil sekitar empat jam, dan Kota Agung-Kubu Perahu menggunakan mobil sekitar tujuh jam.

|sumber naskah: lampungbaratkab.go.id |foto: endangguntorocanggu.blogspot.co.id

Panorama Air Terjun Way Secakhah di Kalianda, Lampung Selatan

KEINDAHAN alam di Indonesia memang tidak ada habisnya, tak terkecuali Lampung. Mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Lampung adalah sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Salah satu keindahan alam Lampung ini, yaitu Air terjun Way Secakhah.

Way secakhah merupakan air terjun alami yang masih asli dan belum tersentuh oleh pengelolaan dari pihak manapun. Keindahannya tiada dua, bagaikan lukisan dari Sang Mahajana itu sendiri. Airnya deras mengalir membelah bebatuan yang dilaluinya. Jernih dan segarnya siap menghapus dahaga dan penat sehari-hari para pendatang yang berkunjung ke tempat ini. Suasana pegunungan yang masih asri dan hening menambah keindahan tempat ini. Suara air yang mengalir jatuh membuat perasaan tenang dan makin terhanyut untuk menikmati keindahan Way Secakhah ini.

Air terjun Way secakhah terletak di Kecamatan Rajabasa, yang berjarak sekitar 30 km dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda. Sekitar 40 menit berkendara menuju desa Kunjir. Way secakhah dapat dicapai dengan dua alternatif, yakni berjalan kaki melalui perbukitan selama 45 menit, atau menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Terdengar sukar memang untuk mencapai way secakhah ini. Namun, keindahannya yang bagai muli betik hati ini pantas untuk diperjuangkan. Way secakhah, sebuah keindahan yang terisolasi dari tangan-tangan luar. Bisa Anda bayangkan betapa masih alami dan eksotisnya spot yang satu ini. Tempat ini merupakan tempat yang cocok bagi anda yang mencintai hiking. Lelah akan perjalanan pasti terbayar dengan pesona keindahan Way Secakhah yang bersumber dari tiga cabang aliran sungai.

Keindahan lainnya yang dapat Anda nikmati di area air terjun ini adalah sumber air panasnya. Sumber air panas yang membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan berjalan kaki dari Way Secakhah ini bahkan belum memiliki nama. Kepulan asap putihnya berpadu dengan hijaunya alam pegunungan sekitar, seolah menghipnotis pengunjung untuk datang dan mengeksplorasi.

Namun karena kondisinya yang masih sangat alami, tidak disarankan bagi pengunjung untuk melihat terlalu dekat sumber air panas ini karena kondisi tanah disekitar yang masih labil. Selain itu, disarankan juga untuk membawa masker karena kepulan asap belerang dapat memberi dampak negative bai tubuh bila kita menghirupnya terlalu lama.

Way secakhah dan sumber air panas ini memang indah dan menarik wisatawan untuk berkunjung mendatanginya. Tak salah jika Anda menjadikan tempat ini sebagai daftar wisata yang wajib dikunjungi.

|sumber: desawisatakunjir.com 

Pesona Curup Gangsa, Air Terjun di Kabupaten Way Kanan

KABUPATEN Way Kanan merupakan salah satu dari kabupaten di Provinsi Lampung yang letaknya paling utara dari kabupaten lainnya,  berbatasan langsung dengan Kabupaten Oku Timur Provinsi Sumatra Selatan. Mungkin banyak yang tidak tahu, bahwa di bumi petani ini banyak sekali objek wisata yang belum tergarap dengan maksimal. Mulai dari wisata alam hingga wisata budaya seperti kampung-kampung tua yang masih tetap eksis dengan keragaman budayanya.

curup gangsa(rumah)

 Rumah Panggung khas Suku Semendo

Perjalanan ke Curup Gangsa merupakan perjalanan panjang untuk menemukan “surga” yang tersembunyi di pedalaman Lampung. Jalanan yang lumayan terjal saat memasuki kawasan kasui hingga desa Kotaway sempat saya rasakan. Sepanjang perjalanan rimbunnya pepohonan tersembul di berbagai sisi. Kebun kopi, lada dan aneka tanaman perkebunan juga banyak ditemukan disini.

Sesekali perkampungan khas pedesaan yang kondisinya masih sepi tampak bergerombol di beberapa titik. Jejeran rumah panggung suku Semendo juga sempat saya lihat di beberapa kampung. Semua berpadu, menjadi bagian yang tak terpisahkan menuju kawasan wisata Curup Gangsa.

Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Baradatu yang menjadi sentra ekonomi di Way Kanan membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Dari Baradatu kita melanjutkan perjalanan menuju desa Kota Way di Kecamatan Kasui, dimana tempat air terjun Curup Gangsa berada. Hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam kita akan sampai di objek wisata Air Terjun Curup Gangsa. Jalanan dari desa Kota Way menuju Curup Gangsa mulus dan tak banyak tikungan.

Air terjun Curup Gangsa bersumber dari patahan sungai Way Tangkas yang mengalir dari Bukit Punggur melalui beberapa desa di Kasui seperti Tanjung Kurung dan Lebak Peniangan. Tepatnya berada di bawah kaki bukit Dusun Tanjung Raya.

curup gangsa (pemandangan sisi kiri)

Pemandangan Alam berupa Sawah berundak-undak di sisi sebelah kiri Curup Gangsa

Air terjun Curup Gangsa terletak di  dusun Tanjung Raya, Kampung Kota Way Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan berjarak sekitar 10 km dari Kecamatan Kasui. Kasui sendiri bisa disebut sebagai transit area. Aneka kebutuhan hidup bisa didapat dengan mudh disini sebelum memasuki kawasan objek wisata Curup Gangsa. Anda juga bisa memesan aneka makanan dan kudapan disini.

Sementara didalam kawasan wisata susah ditemukan tempat berjualan. Namun, jika Anda ingin berbelanja snack, banyak warung-warung kecil yang bisa kita jumpai di Kota Way. Sementara dari Blambangan Umpu, Ibukota kabupaten Way Kanan, menuju Curup Gangsa berjarak sekitar 40 km.  Obyek Wisata ini dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan roda empat atau dua. Namun, sepertinya kendaraan roda dua lebih menantang dan menyenangkan.

Pemandangan yang sungguh luar biasa, air terjun yang berpadu dengan hijaunya hutan di lereng pegunungan. Untuk menikmati debur sungai dan derasnya curup gangsa kita harus menuruni anak tangga yang berjumlah sekitar 67 anak tunggu. Ketinggian air terjun ini mencapai ± 50 m dengan lebar pematang air sekitar 20 meter, disisi lain ada juga air terjun kecil yang terpisah tetapi masih dalam satu kawasan. Pemandangan yang benar-benar menakjubkan jika kita lihat air terjun ini dari aliran sungai.

Lebar sungai Gangsa ini kurang lebih 20 meter. Banyak sekali batu-batu besar yang bertebaran di sepanjang sungai. Pemdangan air terjun secara keseluruhan tampak jelas dari sungai ini. Letaknya yang berada di daerah perbukitan sangat cocok untuk wisata adventure, memancing, berrenang ataupun aktivitas air lainnya.

Konon, nama ‘Gangsa’ berasal dari legenda masyarakat setempat yang artinya suara gemerincing air terjun ini bagaikan suara seruling Gangsa. Seruling Gangsa sendiri merupakan seruling bambu yang biasa digunakan oleh masyarakat pada masa lalu. Nah, dari suara inilah nama Curup Gangsa kemudian disematkan pada air terjun yang masih alami ini.

curup gangsa curup gangsa (alam sekitar) curup gangsa (pesona

|sumber: lampungtreveller.blogspot.com, jayanjayan.com

Air Terjun Curup Selampung dan Goa Misteriusnya

AIR terjun adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Sama halnya dengan Air Terjun Curup Selampung. Air terjun ini terletak di Dusun Olak Nila, Desa Gunung Betuah, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Propinsi Lampung.

Air terjun Curup Selampung ini terdiri dari dua buah air terjun. Air terjun pertama yang mempunyai ketinggian sekitar 12 meter dan lebar penampang air sekitar 15 meter. Air terjun ini sangat dikeramatkan, pasalnya di dalam air terjun yang ditemukan oleh Almarhum pria yang bernama Selampung pada tahun 1973 lalu ini ditemukan Goa yang konon diyakini sebagai peninggalan Jepang saat perang kemerdekaan. Dan air terjun yang kedua memiliki ketinggian sekitar 20 meter dengan lebar penampang air sekitar 3 meter.

Masyarakat setempat percaya pada malam-malam tertentu, di sekitar air terjun terdengar suara seperti tentara yang sedang melakukan baris-berbaris. Selain itu banyak wisatawan yang menjadikan tempat ini untuk berburu harta karun peninggalan Jepang.

Jika ingin pergi melihat air terjun Curup Selampung hendaknya terlebih dahulu mendatangi juru kunci setempat, dan meminta izin. Selain itu jika ingin mendekati air terjun harus berhati-hati, salah langkah akan masuk ke dalam Goa jepang yang kedalamnnya mencapai 7 meter. Dan berikut tips lainnya:

  1. Pantaulah cuaca saat akan berkunjung ke Air Terjun Curup Selampung, karena akan sangat menganggu liburan anda jika tiba-tiba turun hujan.
  2. Anda bisa membawa makanan sendiri untuk menghemat pengeluaran selama wisata anda.
  3. Bawalah barang-barang anda seperlunya. Karena jika terlalu banyak, akan memberatkan anda sendiri.
  4. Jika hari libur, biasanya pengunjung yang datang ke Air Terjun Curup Selampung sangat ramai. Jadi, ada baiknya datang di hari-hari biasa saja agar anda bisa bebas berwisata di air terjun ini.

|sumber: epictio.com, id.wikipedia.org, infolampung.com

sumber gambar: triptrus.com