Posts

Begini Kuliah Kerja Lapangan Akafarma

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan agenda rutin dua tahunan untuk mahasiswa Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Malahayati. Kegiatan ini  memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah masyarakat yang mungkin tidak ditemukan di kampus.

Ketua Pelaksana KKL 2015 Akafarma Malahayati, Yusuf Wardianto menceritakan peserta mengunjungi sejumlah perusahaan obat dan makanan yang berada di Solo dan Jogjakarta. “Kami mengunjungi PT Air Mancur di Solo dan  pabrik gula PT Madukismo di Jogjakarta,” kata Yusuf saat ditemui reoporter malahayati.ac.id di Kabara Foodcourt, 15 September 2015.

 

Selain belajar langsung ke pabrik obat dan makanan, mahasiswa peserta KKL juga berwisata ke obyek wisata Grojokan Sewu di Solo, mengikuti Outbound di Banyu Sumilir serta mengunjungi candi Prambanan dan Keraton Jogjakarta.

KKL ini dilaksanakan tanggal 6-10 September 2015 ini diikuti oleh mahasiswa/i Akafarma angkatan 2013 dan 2014. Peserta KKL tujuan Solo-Jogyakarta ini berjumlah 128 peserta dengan didampingi oleh 4 dosen Akafarma.

Yusuf juga mengatakan KKL ini berjalan dengan lancar dan semua kegiatan yang sudah rencanakan pun sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Setelah pulang KKL, peserta diwajibkan menyusun laporan per kelompok. “Laporan itu akan menjadi tolok ukur dan gambaran bagi mahasiswa di masa yang akan datang dalam mengikuti program KKL,” katanya.[]

 

Silahturahmi dan Diskusi Antara Alumni dengan Mahasiswa/i Akafarma

PROGRAM Studi Akademis Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma), mengadakan pertemuan alumni sebagai perayaan dies natalis Universitas Malahayati ke-22, di ruang 1.14 sabtu 22 Agustus 2105.

“Selain ramah tamah, acara ini sebagai bentuk sosialisasi kepada para alumni mengenai uji kompetensi yang baru ditetapkan tahun ini,” ujar Gusti Ayu, salah satu dosen akafarma.

Uji kompetensi itu sendiri bertujuan untuk melihat seseorang itu layak atau tidak untuk bekerja dibidangnya “dan dari itu akan diperoleh sertifikat untuk mendapatkan surat tanda registrasi (STR) dan surat izin kerja (SIK),” ujar Gusti menambahkan.

Acara yang bertemakan ‘Silahturahmi dan Diskusi Antara Alumni dengan Mahasiswa/i’ ini berharap terjalinnya silahturahmi dan saling memberikan pengetahuan dan link dunia kerja.[]

Akafarma dengan Pamerannya

Perayaan Dies Natalis semakin meriah dengan dibukanya berbagai Pameran Stand. Berbagai karya mahasiswa/i yang unik dan menarik untuk dilihat, seperti stand milik mahasiswa Akafarma yang banyak menarik perhatian. Pameran karya mahasiswa ini diadakan di halaman komplek Kabara Foodcourt, Senin 18 Agustus 2015.

Akafarma sendiri membuka stand pameran tentang bagaimana mengidentifikasi dan cara membedakan makanan yang mengandung Formalin dan Boraks secara fisik atau secara organoleptis, Uji Warna, Simplisia (bahan obat/tumbuhan yang dikeringkan), Obat Tradisonal, Resistensi antibiotik, lalu Konsultasi Kecantikan oleh Apoteker Klinik VZ Skin Care dan Konsultasi Kesehatan oleh Apoteker Klinis.

“Makanan yang mengandung Formalin lebih kenyal, putih, pucat, tahan lama dan berbau zat kimia sehingga lalat tidak mau hinggap,”ujar Hersa Novitasari salah satu mahasiswi Akafarma yang ada di stand tersebut.

Hersa menambahkan “untuk uji sampel yang diduga mengandung Boraks harus melakukan proses pengabuan, lalu akan didapatkan sampel murni kemudian larutan diberi methanol dan masukan ke dalam cawan porselin lalu di bakar, jika saat di bakar api tersebut menyala hijau maka dapat di simpulkan bahwa sampel tersebut mengandung Boraks,”ujarnya.

Selain memamerkan makanan-makanan yang mengandung Formalin dan Boraks, di stand Akafarma juga terdapat Obat-obat tradisional, dan Simplisia seperti, kayu secang yang berguna untuk anti biotik, daun kejibling yang berguna pelancar air seni  dan batang brotowali yang berguna untuk anti piretik (obat penurun panas).[]

 

 

Pameran dan Bazar Mewarnai Hari Kedua Perayaan Dies Natalis ke-22

HARI Kedua Perayaan Dies Natalis Universitas Malahayati semakin meriah dengan dibukanya berbagai Stand Pameran berbagai karya mahasiswa yang unik dan menarik untuk dilihat. Berbagai pameran karya mahasiswa ini diadakan di halaman komplek Kabara Foodcourt, pagi ini.

Fakultas Ekonomi, Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Akademi Farmasi dan beberapa stand umum terlihat menghiasi tenda-tenda dengan berbagai karya.

Misalnya fakultas teknik menampilkan karya terbaik mereka dari teknik mesin yaitu Gokart Project atau mini formula one, Selain itu Fakultas Teknik juga menampilkan cara mendaur ulang barang bekas dan alat sederhana untuk menyaring air agar lebih jernih dan bersih.

Fakultas Ekonomi juga memamerkan berbagai jurnal-jurnal ekonomi berupa karya tulis ilmiah dan berbagai penghargaan yang sudah mereka capai selama ini. Selain itu Fakultas Ekonomi sendiri membuka konsultasi pajak. Dengan membayar 10ribu rupiah, pengunjung bisa berkonsultasi mengenai berbagai hal yang berkenaan dengan perpajakan disini.

Prodi Akademi Farmasi juga tak mau kalah, berbagai jurnal dan poster imbauan mereka pamerkan. Stand mereka juga menwarkan penjelasan bahaya penggunaan formalin pada makanan dengan memamerkan sampel beberapa contoh makanan yang mengandung formalin, misalnya tahu, ikan dan mie berformalin dan menjelaskan ciri-ciri yang alami dan berformalin.

Senada dengan hal itu Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Prodi Kebidanan juga menampilkan berbagai macam alat kesehatan dan membagikan sticker dan poster imbauan tentang bahaya merokok dan lain-lain.

Selain Menampilkan berbagai macam karya mahasiswa dari masing-masing fakultas, stand pameran juga di isi dengan bazar murah misalnya hijab, baju, bedcover, earphone, USB, dan masih banyak lagi.
Servis motor murah juga ada disini, hanya dengan uang Rp10ribu, motor anda akan di tune up oleh para mahasiswa teknik mesin agar performa motor menjadi lebih baik.[]

Akafarma Peduli Sesama

Kegiatan Bulan Ramadan sedikit berbeda untuk Mahasiswa Akafarma Malahayati. Sore hari ketika teman-teman mereka sibuk untuk ngabuburit di kota, mahasiswa Akafarma justru mencoba untuk membuka stand yang menjual makanan dan minuman untuk berbuka puasa dana posko sumbangan bagi anak yatim piatu.

Kegiatan kantin ramadan ini, memang sudah rutin dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, dan lebih disempurnakan dari sistem pelaksanaannya.

Stand yang didirikan oleh Himpunan mahasiswa Akafarma ini terbilang cukup ramai. Terbukti ketika tim Malahayati.ac.id kesana, beberapa jenis takjil untuk  berbuka puasa yang mereka jual sudah hampir habis.

Menurut ketua Himafarma, Anjar Jaulin, keuntungan yang didapatkan dari membuka stand ini tidak mereka gunakan untuk keperluan pribadi, tapi akan mereka sumbangkan seluruh hasilnya ke Panti Asuhan Daarul Alya.

Mereka juga menerima sumbangan berupa pakaian, uang, sembako dan lain-lain untuk disumbangkan kesana. Bagi mahasiswa atau warga sekitar yang ingin menyumbang ke Panti Asuhan Daarul Alya, silahkan datangi stand ini di Jalan Pramuka (Depan Pom Bensin Pramuka).

Kegiatan yang bertujuan mulia ini melibatkan seluruh anggota Himafarma, SAR Medis, dan Rohima sebagai wadah positif untuk mencari kebaikan di bulan ramadan dan ajang silahturahmi antar Mahasiswa Akafarma.

Mengapa Direktur Akafarma Takut Baca Novel?

SETIAP saat Ilmu selalu ada yang baru, prinsip ini yang selalu dipegang Direktur Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati, Agustina Retnaningsing M. Farm.,Apt. Membaca merupakan salah satu cara untuk memperbaharui ilmu yang sudah ia miliki.

Ratusan buku karya tokoh ternama dunia dan Indonesia sudah dimilikinya, tersusun rapi di rumahnya. Namun, perempuan  kelahiran Teluk Betung, 28 Agustus 1973, ini takut membaca buku cerita seperti novel.

“Dari ratusan buku yang tersusun rapi di rak, didominasi oleh buku pendidikan kesahatan. Saya lebih suka membaca buku ini, ketimbang membaca novel,” kata dia.

Ada cerita tersendiri mengapa direktur Akafarma ini tidak suka  novel. Berawal ketika ia masih duduk di bangku SD. Agustina kecil dulu suka sekali dengan buku novel. Lima Sekawan merupakan judul novel favorit saat itu.

“Saat di bangku SD saya suka sekali dengan novel. Kesukaan saya terhadap novel membawa dampak buruk terhadap prestasi belajar. Saya mampu tidak tidur semalaman hanya untuk membaca sebuah cerita novel. Hal ini membuat saya sering tidur saat di sekolah,” katanya.

Karena perestasi belajar memburuk, ia pun sempat dimarahi orang tuanya. Sejak saat itu ia membuat komitmen tidak membaca novel lagi. Hingga saat ini komitmen tersebut terus dipegang olehnya. Meskipun judul novel sedang naik daun sekali pun, ia tidak tertarik dan memilih untuk membaca buku pendidikan.

“Saya sampai sekarang tidak baca novel, meskipun beberapa kali sempat ditawari membaca novel oleh teman saat kuliah. Saya takut kecanduan dan malas untuk beraktifitas, saat membaca novel,” kata dia.

Baginya, membaca buku pendidikan kesehatan lebih bermanfaat ketimbang membaca novel. Ilmu yang didapatkan saat membaca buku pendidikan kesehatan ini dapat langsung di aplikasikan.

“Seorang dosen itu harus bisa menguasai ilmu yang terbaru, dan itu bisa didapat dari membaca buku pendidikan kesehatan. Ilmu selalu berkembang, sebagai dosen ia harus bisa terus belajar,” katanya dengan senyuman.

Nama. :Agustina Retnaningsih. M.Farm.,Apt.
TTL. :Teluk Betung, 28 Agustus 1973
Alamat : Jl. Rambutan No.3 Pasir Gintung Bandar Lampung

Riwayat pendidikan
1. SD Xaverius Metro, Lulus 1986
2.SLTP Xaverius Metro, Lulus 1989
3.SMU Negeri 1 Metro, Lulus 1992
4.Sarjana Farmasi, Universitas Jakarta, Lulus tahun 1997
5.Perogram Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Pancasila Jakarta lulus tahun 1998.
6.Magister Farmasi, Universitas Indonesia tahun (2009-2011)

Pengalaman kerja:

1.Dosen Akademi Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati tahun 2000-sekarang.
2.Apoteker penangung jawab Apotek Horison di Jatomulyo Natar, tahun 2008-sekarang.
3.Apoteker penangung jawab Apotek Kasih 1 Bandar Lampung, tahun 2005-2007.
4.Apoteker penangung jawab Apotek Kevin Bandar Lampung, tahun 2003-2005.
5.Apoteker penangung jawab Apotek Naufal Metro, tahun 2001 – 2003.
6.Apoteker penangung jawab Apotek Bina Farma Panjang Teluk Betung, 2000-2001.
7.Apoteker penangung jawab Apotek swasta.

Soal Peluang Lulusan Akafarma, Ini Pendapat Mahasiswa

PELUANG berkarier sebagai penguji makanan yang cukup luas membuat Anjar Jaulin kuliah di Akafarma Universitas Malahayati.

“Sebelumnya saya ingin menjadi guru,” kata Anjar. Namun, ia melihat jumlah sarjana pendidikan sudah cukup banyak. “Kemudian saya putuskan masuk Akafarma, setelah melihat peluang bagi penguji makanan justru lebih baik di Provinsi Lampung ini,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Akafarma ini.

Satu-satunya tempat menimba ilmu yang diinginkannya itu cuma ada di Universitas Malahayati, makanya Anjar pun mendaftar dan selanjutnya kuliah di sini.

“Kebetulan tetangga saya lulusan Akafarma Malahayati, saat ini dia sudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan begitu lulus dia langsung bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang makanan,” katanya.

Direktur Akafarma Universitas Malahayati, Agustin Retnaningsih. S.Si., Apt., mengatakan lulusan D3 Akafarma memiliki peluang yang sangat luas untuk menerapkan ilmunya di industri makanan di Lampung. “Perusahan membutuhkan banyak teknisi untuk menganalisa makanan, sehingga peluang kerja terbuka cukup lebar,” katanya.

“Setiap industri makanan memiliki standar kelayakan untuk sebuah produk yang dihasilkan. Misalnya negara Amerika memiliki standar sendiri sebelum membeli produk dari industri, dalam hal ini peran lulusan Akafarma sangat dibutuhkan. Mereka akan melakukan pengujian makanan sesuai dengan standar permintaan dari konsumen,” kata perempuan kelahiran Teluk Betung ini. []

Menelisik Peluang Akafarma di Sai Bumi

BAGI lulusan Sekolah Menengah Atas yang ingin meneruskan pendidikan tinggi tentunya harus menyiapkan pilihan yang tepat untuk masa depannya.

Persoalannya adalah, jangan sampai setelah lulus perguruan tinggi malah menambah angka pengangguran. Karena itu, pertimbangan pertama saat memilih jurusan di perguruan tinggi adalah melihat peluangnya setelah lulus nanti.
Misalnya di Provinsi Lampung ini. Di Sai Bumi ini bertabur industri makanan, misalnya Gread Giant Pineple (GGP) bergerak di bidang Koptil, kemudian Sugar Groub Company (SGC) dan Gunung Madu Plantations (GMP) penghasil gula, Sinar Mas, PTPN7.

Namun, sebaliknya tenaga ahli di bidang ini sangat sedikit. Satu-satunya perguruan tinggi yang menyediakan tempat untuk menimba ilmu analisa makanan itu hanya di Universitas Malahayati, yaitu Jurusan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma).

Jadi tidak berlebihan jika disebutkan, jebolan Akafarma Universitas Malahayati layak dijadikan rujukan untuk industri makanan.

Itulah sebabnya, Direktur Akafarma Universitas Malahayati, Agustin Retnaningsih. S.Si., Apt., mengatakan lulusan D3 Akafarma memiliki peluang yang sangat luas untuk menerapkan ilmunya di industri makanan di Lampung. “Perusahan membutuhkan banyak teknisi untuk menganalisa makanan, sehingga peluang kerja terbuka cukup lebar,” katanya.

“Setiap industri makanan memiliki standar kelayakan untuk sebuah produk yang dihasilkan. Misalnya negara Amerika memiliki standar sendiri sebelum membeli produk dari industri, dalam hal ini peran lulusan Akafarma sangat dibutuhkan. Mereka akan melakukan pengujian makanan sesuai dengan standar permintaan dari konsumen,” kata perempuan kelahiran Teluk Betung ini. []

Kenangan Manis Oasis pada Dekan Cup 2015

Putaran final Futsal Dekan Cup Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Bandar Lampung, yang berlangsung pada Kamis malam  14 Mei 2015 laksana memutar ulang memori setahun lalu.

Di tempat yang sama dengan perhelatan serupa, dua tim elit futsal fakultas kedokteran, Oasis dan Vertigo, beradu skill untuk merebut posisi puncak. Dua tim ini memiliki kualitas yang sama. Memiliki penyerang yang tajam dan benteng pertahanan yang kokoh.

Kendati kedua team layak disematkan sebagai yang terbaik, namun selalu saja ada satu team yang lengah sekejab yang mengandaskan harapan. Itulah yang dialami Oasis setahun lalu saat terhempas di babak final Dekan Cup 2014.

Belajar kekalahan tahun lalu, Oasis bangkit dan melanju hingga ke final. Mereka kembali berhadapan dengan team favorit tahun ini, Vertigo. Jadilah ini pertandingan yang sangat menarik.

Mereka silih berganti menyerang, gawang kedua team juga berhasil dijebol para penyerang-penyerang yang jago menggoreng bola di lapangan. Oasis akhirnya membalas kekalahannya tahun lalu.

Dalam Pertandingan tersebut Oasis unggul 2-1 dari Vertigo dengan pencetak gol pertama Zurdy nomor punggung 11 dan gol ke-2 dicetak oleh Arif dengan nomor punggung 8.

Kemenangan ini, tak hanya menggembirakan seluruh mahasiswa Akafarma, ternyata juga menjadi kenangan indah team.

“Ini tahun terakhir kami di Universitas Malahayati dan kemenangan ini menjadi kenag-kenangan kami selama kuliah di sini. Kami berharap ada penerus dan dapat membawa nama Oasis sampai tahun-tahun ke depan, ” kata Yando,  salah satu pemain inti Oasis.

Kendati meraih kemenangan, Oasis tak merayakannya secara berlebihan. Tidal ada euforia. “Kami senang tapi tidak boleh sombong karena di atas langit masih ada langit,” kata Yando. []

Pelatihan Akafarma untuk Pastikan Khasiat Obat

AKAFARMA Malahayati melaksanakan kegiatan Workshop Instrumentasi Spektrofotometri Ultraviolet Visible dengan tema “Pastikan Obat Kita Benar-benar Berkhasiat” diadakan Laboratorium Terpadu Universitas Malahayati, Bandar Lampung, pada Senin, 27 – 29 April 2015.

Pemateri Workshop ini adalah Purwadi, S.Si.,M.Si dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung. Selain pemateri BBPOM menyertakan dua pelatih yaitu Novia Hestiningrum, S.Farm.,Apt dan Doni Kusuma W, M.Si.

Selama tiga hari workshop, peserta akan diberikan materi teori, instrumentasi, kalibrasi, dan aplikasi spektrofotometri ultraviolet-visible.

Peserta yang berjumlah 170 orang –termasuk apoteker dari luar Uversitas Malahayati- dibagi beberapa kelompok. Mereka mengikuti pemberian materi pada pagi Senin 27 April 2015, siangnya langsung pelatihan. Pada Selasa 28 April 2015, sehari penuh pelatihan. Sedangkan pada Rabu 29 April 2015, adalah pembahasan hasil praktek dan penutupan.

Dijelaskan bahwa spektrofotometri uv-vis itu adalah salah satu teknik spektroskopi. Sedangkan spektroskopi itu sendiri adalah analasis fisiko kimia yang membahas tentang interaksi radiasi elektromaknetik dengan materi –atom dan molekul.

Dalam bahasa sederhana, salah satu dosen Akafarma Malahayati Novita S Farm. Apt mengatakan bahwa pelatihan dengan peralatan spektrofotometri adalah untuk menguji kadar obat apakah memenuhi syarat atau tidak. “Jika kadarnya sesuai maka obatnya mujarab,” kata Novita.

Para peserta pelatihan akan mendapatkan sertifikat dengan bobot 5 sistem kredit poin Ikatan Apoteker Indonesia.