Posts

Mahasiswa Universitas Malahayati Juara Solo Pop Putra Peksemida Lampung

MUHAMMAD Iqbal Habibie akrab disapa Abi, Mahasiswa Universitas Malahayati menjadi juara pertama cabang lomba Solo Pop Putra di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksemida) Lampung. Ia dinobatkan sebagai juara I setelah memperoleh nilai tertinggi saat tampil di Graha Bintang Malahayati, Senin 22 Agustus 2016. Dengan keberhasilannya menjadi Juara I kategori solo pop putra, ia berhak untuk mengikuti Pekseminas di Universitas Halu Oleo, Sulawesi Tenggara pada Oktober mendatang.

Abi yang merupakan anggota UKM Bidang Seni Universitas Malahayati memamng sengaja dipersiapkan untuk berlaga di pentas daerah maupun Nasional. Meski begitu, ia tetap tidak percaya bisa menjadi juara satu, karena menurutnya peserta lain juga tak kalah bagus.

“Saya gak nyangka bisa juara 1, padahal yang lain juga bagus. Tapi alhamdulilah, sudah dipercaya oleh juri bisa memegang tropi ini. Persiapan dan latihan saya sebelumnya terbayarkan sudah. Semoga saya bisa melakukan lebih baik lagi untuk mengharumkan nama kampus yang saya cintai ini, dan Lampung tentunya,” ujar Abi saat berbincang dengan malahayati.ac.id usai menerima piala.

Abi juga mengatakan ia tidak serta merta berpuas diri, karena Pekseminas sudah menantinya, sudah pasti kompetisi akan semakin ketat.[]

Potret Pembukaan Musyawarah Besar Mahapala Malahayati

PEMBUKAAN musyawarah besar (Mubes) UKM Mahapala Malahayati ke-3 berlangsung khidmat di ruang 1.24, Gedung perkuliahan, Senin 28 Maret 2016. Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III, doktor Dessy Hermawan, Pembina Mahapala, dan perwakilan UKM Sar Medis, Menwa, DPM-U, Rohima serta anggota mahapala aktif. Mengusung tema “Menuju Organisasi yang berintegrasi dan bersinergi terhadap lingkungan”, Mubes ini akan berlangsung selama 3 hari.

Berikut galeri foto saat pembukaan mubes berlangsung:

KKL (Kuliah Kerja Lapangan), Akafarma 60%

Suatu bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah-tengah  masyarakat yang mungkin tidak ditemukan dikampus, sekaligus sebagai proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang sedang membangun dan mengetahui keberhasilan dan permasalahan yang di hadapi.

Kuliah Kerja Lapangan ( KKL ) yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-10 September 2015 ini akan diikuti oleh mahasiswa/i Akafarma angkatan 2013 dan 2014. Persiapan KKL sudah berjalan dengan baik, dari pihak panitia.

“Persiapan sudah 60% terealisasi, karena kebanyakan dari mahasiswa banyak yang masih pulang kampung,”ujar Hersa salah satu panitia kkl.

Dengan konsep kegiatan yang dibuat semenarik mungkin, dengan mengadakan kunjungan industri, melihat seperti apa proses produksi suatu industri yang akan dikunjungi dan dll,”katanya.

 

 

 

 

 

Niken Veladita; Tentang Ramainya Peminat Akafarma Malahayati

NIKEN Veladita adalah salah satu staf pengajar Akafarma Malahayati yang terlibat dalam Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Malahayati. Sesuai dengan tempatnya mengajar, maka fokusnya adalah Akafarma Malahayati.

Ia menjelaskan, saat ini sangat ramai lulusan sekolah lanjutan atas yang ingin menimba ilmu di Akafarma Malahayati. Sebab itu, PMB telah membuat beberapa lokasi penerimaan mahasiswa untuk pelayanan yang lebih baik.

“Pihak Akafarma sudah menyebarluaskan panitia-panitia PMB di sekolah-sekolah dan membuat tenda-tenda stand di Politeknik Kesehatan Tanjung Karang (Poltekkes), untuk Registrasi pendaftaran. Saat ini banyak sekali peminat yang hendak menimba ilmu di Akafarma,” katanya.

Kebanyakan calon mahasiswa yang mendaftar sebagian besar dari luar kota Bandar Lampung, katanya.

Regulasinya sendiri masih sama dengan PMB sebelumnya, untuk Akafarma sendiri tidak boleh buta warna dan kemudian harus ada test kesehatan dari rumah sakit, yang menyatakan bahwa calon mahasiswa ini sehat, katanya.

kemudian setelah mengumpulkan syarat-syarat, dan sekaligus mengumpulkan surat keterangan sehat tersebut diserahkan langsung ke PMB dan langsung mengikuti test, dan disitu akan langsung ditentukan diterima atau tidaknya. Jadi, test tersebut dilakukan secara langsung, dan tidak secara kolektif, “ujarnya.[]

Anjar Jaulin Ketua Himafarma Yang Berparas Lugu

“Mencapai langit walaupun akan terjatuh di antara awan-awan,”  jawaban  Anjar Jaulin yang terlontar apik dari mulutnya saat ditemui di ruang belajar mengajar Akafarma. Lelaki yang memiliki paras lugu ini berasal dari GedongTataan, Pesawaran.

Anjar, sapaan untuk lelaki kelahiran GedongTataan ini menjabat sebagai Ketua HIMAFARMA (Himpunan Mahasiswa Farmasi). Berkat dorongan teman-teman terdekatnya yang mendukung hingga ia terpilih menjadi ketua Hima, dengan sistem voting suara terbanyak, katanya.

Motivasinya menjabat sebagai Ketua Hima adalah Menjadikan Himafarma lebih hidup lagi, dengan mengadakan berbagai kegiatan dan program kerja yang akan dilakukan, seperti mengadakan kumpulan setiap minggu nya untuk saling bersilahturahmi antar angkatan Akafarma, katanya.

Sempat terbesit rasa bimbang saat menjalankan tugas, namun berkat dorongan para dosen dan teman-teman terdekatnya, ujar Anjar.

Ia berbagi pengalamannya yang sangat berkesan yaitu ketika salah satu audiens  memberikan pertanyaan saat pemilihan, Bagaimana seorang pemimpin harus bisa membangkitkan semangat dari bawahan-bawahannya ?

“Seperti mencapai langit walaupun mungkin tidak akan bisa, namun pasti kita akan jatuh diantara awan-awan,” jawabnya dengan sebuah analogi. Yang artinya setidaknya ia akan berusaha menjadi pemimpin yang baik dan contoh yang baik.

Soal perkuliahan di Universitas Malahayati sendiri, Anjar mengungkapkan Pengajaran para dosennya yang cukup baik dan bagus, terutama pada fakultas Akafarma, kita selain belajar tentang farmasi belajar juga tentang analis makanan, tentang belajar bagaimana menganalisis menguji kualitas produk atau makanan yang terkandung.

Anjar dan rekan-rekan nya sudah siap untuk menyambut mahasiswa baru.[]

Ini Kata si Cantik Febri; Mengapa Akafarma Malahayati?

SUASANA hening di ruang PMB seketika terusik oleh suara ketukan tangan di pintu kaca. Terlihat seorang gadis cantik muncul dengan membawa map berisikan ijazah dan dokumen syarat masuk Universitas Malahayati.

Wajahnya terlihat bingung, namun dengan sigap Wakil Kepala Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Muhammad menyambutnya sambil memberikan formulir yang nanti harus diisinya.

Dari nama yang ditulisnya, tertera nama Febriyanti.  Setelah formulir dicek ulang oleh Muhammad, Febri panggilan akrabnya diminta untuk langsung menjawab soal – soal di komputer yang telah disediakan oleh Panitia PMB sebagai test masuk universitas malahayati.

Perempuan yang tinggal di Perumahan Bukit Kemiling Permai ini memang sudah tidak asing lagi dengan Universitas Malahayati. Dia sering sekedar “nongkrong” atau menemui saudaranya yang tinggal di asrama.
Bagaiman soal testnya? “Soalnya gak terlalu sulit cuma saya kurang mengerti di bagian psikotes nya”

Mengapa Farmasi? “Menurut pengalaman saya, orang – orang yang lulusan farmasi peluang kerjanya besar banget. Bahkan ada yang lulus langsung kerja”

Kenapa Malahayati? “Memang sudah keinginan saya setelah lulus sekolah untuk melanjutkan disini, terlebih orang tua mendukung, Malahayati semakin lama semakin bagus dan terkesan mewah,” katanya kepadamalahayati.ac.id yang menemuinya usai mengerjakan soal test masuk itu.[]

Soal Peluang Lulusan Akafarma, Ini Pendapat Mahasiswa

PELUANG berkarier sebagai penguji makanan yang cukup luas membuat Anjar Jaulin kuliah di Akafarma Universitas Malahayati.

“Sebelumnya saya ingin menjadi guru,” kata Anjar. Namun, ia melihat jumlah sarjana pendidikan sudah cukup banyak. “Kemudian saya putuskan masuk Akafarma, setelah melihat peluang bagi penguji makanan justru lebih baik di Provinsi Lampung ini,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Akafarma ini.

Satu-satunya tempat menimba ilmu yang diinginkannya itu cuma ada di Universitas Malahayati, makanya Anjar pun mendaftar dan selanjutnya kuliah di sini.

“Kebetulan tetangga saya lulusan Akafarma Malahayati, saat ini dia sudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan begitu lulus dia langsung bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang makanan,” katanya.

Direktur Akafarma Universitas Malahayati, Agustin Retnaningsih. S.Si., Apt., mengatakan lulusan D3 Akafarma memiliki peluang yang sangat luas untuk menerapkan ilmunya di industri makanan di Lampung. “Perusahan membutuhkan banyak teknisi untuk menganalisa makanan, sehingga peluang kerja terbuka cukup lebar,” katanya.

“Setiap industri makanan memiliki standar kelayakan untuk sebuah produk yang dihasilkan. Misalnya negara Amerika memiliki standar sendiri sebelum membeli produk dari industri, dalam hal ini peran lulusan Akafarma sangat dibutuhkan. Mereka akan melakukan pengujian makanan sesuai dengan standar permintaan dari konsumen,” kata perempuan kelahiran Teluk Betung ini. []

Di Lampung, Akafarma Hanya Ada di Malahayati

MESKIPUN memiliki peluang karier lulusan Akademi Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) di Lampung terbuka lebar, namun belum banyak perguruan tinggi yang membuka program studi ini. Saat ini untuk di Lampung, baru Universitas Malahayati yang sudah memiliki prodi Akafarma.

Direktur Akafarma Universitas Malahayati (Unimal), Agustin Retnaningsih. S.Si., Apt., mengatakan, peluang kerja lulusan  Akafarma di Lampung masih terbuka lebar. Mengingat banyak industri yang membutuhkan teknisi penguji makanan.

“Pengujian terhadap makanan maupun obat-obat biasa dilakukan oleh mahasiswa Akafarma. Sehingga hal yang wajar jika perusahaan maupun industri yang bergerak dibidang makanan membutuhkan tenaga lulusan A.Md. Analis,” kata dia.

Menurutnya, tidak sedikit perguruan tinggi kesehatan di Lampung,  membuka prodi yang beruhungan dengan farmasi, hanya sebatas pelayanan saja atau lebih dikenal dekenal Akademi Farmasi (Akfar), pekerjaannya biasanya hanya sebatas menjadi apoteker.

“Sedangkan Akafarma, Ilmu Farmasi itu tak hanya pelayanan, namun juga mencakup pengujian atas sebuah peroduk makanan dan obat-obatan. Podi ini baru ada di Malahayati,” kata dia.

Di Lampung sendiri banyak industri yang bergerak di bidang makanan yang membutuhkan tenaga Akafarma seperti, Gread Giant Pineple (GGP) bergerak di bidang Koptil, kemudian Sugar Groub Company (SGC) dan Gunung Madu Plantations (GMP) penghasil gula, Sinar Mas, PTPN7. []

Menelisik Peluang Akafarma di Sai Bumi

BAGI lulusan Sekolah Menengah Atas yang ingin meneruskan pendidikan tinggi tentunya harus menyiapkan pilihan yang tepat untuk masa depannya.

Persoalannya adalah, jangan sampai setelah lulus perguruan tinggi malah menambah angka pengangguran. Karena itu, pertimbangan pertama saat memilih jurusan di perguruan tinggi adalah melihat peluangnya setelah lulus nanti.
Misalnya di Provinsi Lampung ini. Di Sai Bumi ini bertabur industri makanan, misalnya Gread Giant Pineple (GGP) bergerak di bidang Koptil, kemudian Sugar Groub Company (SGC) dan Gunung Madu Plantations (GMP) penghasil gula, Sinar Mas, PTPN7.

Namun, sebaliknya tenaga ahli di bidang ini sangat sedikit. Satu-satunya perguruan tinggi yang menyediakan tempat untuk menimba ilmu analisa makanan itu hanya di Universitas Malahayati, yaitu Jurusan Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma).

Jadi tidak berlebihan jika disebutkan, jebolan Akafarma Universitas Malahayati layak dijadikan rujukan untuk industri makanan.

Itulah sebabnya, Direktur Akafarma Universitas Malahayati, Agustin Retnaningsih. S.Si., Apt., mengatakan lulusan D3 Akafarma memiliki peluang yang sangat luas untuk menerapkan ilmunya di industri makanan di Lampung. “Perusahan membutuhkan banyak teknisi untuk menganalisa makanan, sehingga peluang kerja terbuka cukup lebar,” katanya.

“Setiap industri makanan memiliki standar kelayakan untuk sebuah produk yang dihasilkan. Misalnya negara Amerika memiliki standar sendiri sebelum membeli produk dari industri, dalam hal ini peran lulusan Akafarma sangat dibutuhkan. Mereka akan melakukan pengujian makanan sesuai dengan standar permintaan dari konsumen,” kata perempuan kelahiran Teluk Betung ini. []