Posts

Panorama Air Terjun Way Secakhah di Kalianda, Lampung Selatan

KEINDAHAN alam di Indonesia memang tidak ada habisnya, tak terkecuali Lampung. Mulai dari hijaunya pegunungan sampai hamparan laut nan indah. Lampung adalah sebuah negeri dengan dua suku, Sai Bumi Ruwa Jurai. Lampung terletak di bagian paling selatan dari Pulau Sumatera, salah satu dari 5 pulau besar di Indonesia. Salah satu keindahan alam Lampung ini, yaitu Air terjun Way Secakhah.

Way secakhah merupakan air terjun alami yang masih asli dan belum tersentuh oleh pengelolaan dari pihak manapun. Keindahannya tiada dua, bagaikan lukisan dari Sang Mahajana itu sendiri. Airnya deras mengalir membelah bebatuan yang dilaluinya. Jernih dan segarnya siap menghapus dahaga dan penat sehari-hari para pendatang yang berkunjung ke tempat ini. Suasana pegunungan yang masih asri dan hening menambah keindahan tempat ini. Suara air yang mengalir jatuh membuat perasaan tenang dan makin terhanyut untuk menikmati keindahan Way Secakhah ini.

Air terjun Way secakhah terletak di Kecamatan Rajabasa, yang berjarak sekitar 30 km dari ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda. Sekitar 40 menit berkendara menuju desa Kunjir. Way secakhah dapat dicapai dengan dua alternatif, yakni berjalan kaki melalui perbukitan selama 45 menit, atau menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit.

Terdengar sukar memang untuk mencapai way secakhah ini. Namun, keindahannya yang bagai muli betik hati ini pantas untuk diperjuangkan. Way secakhah, sebuah keindahan yang terisolasi dari tangan-tangan luar. Bisa Anda bayangkan betapa masih alami dan eksotisnya spot yang satu ini. Tempat ini merupakan tempat yang cocok bagi anda yang mencintai hiking. Lelah akan perjalanan pasti terbayar dengan pesona keindahan Way Secakhah yang bersumber dari tiga cabang aliran sungai.

Keindahan lainnya yang dapat Anda nikmati di area air terjun ini adalah sumber air panasnya. Sumber air panas yang membutuhkan waktu sekitar lima menit dengan berjalan kaki dari Way Secakhah ini bahkan belum memiliki nama. Kepulan asap putihnya berpadu dengan hijaunya alam pegunungan sekitar, seolah menghipnotis pengunjung untuk datang dan mengeksplorasi.

Namun karena kondisinya yang masih sangat alami, tidak disarankan bagi pengunjung untuk melihat terlalu dekat sumber air panas ini karena kondisi tanah disekitar yang masih labil. Selain itu, disarankan juga untuk membawa masker karena kepulan asap belerang dapat memberi dampak negative bai tubuh bila kita menghirupnya terlalu lama.

Way secakhah dan sumber air panas ini memang indah dan menarik wisatawan untuk berkunjung mendatanginya. Tak salah jika Anda menjadikan tempat ini sebagai daftar wisata yang wajib dikunjungi.

|sumber: desawisatakunjir.com