Posts

Potret UKM Bakat Seni Warnai Sumpah Pemuda dengan Menggelar Aksi Teatrikal

UNIT Kegiatan Mahasiswa Bakat Seni Universitas Malahayati menggelar aksi teatrikal. Aksi itu digelar di halaman gedung rektorat Universitas Malahayati Rabu, 28 Oktober 2015. Mereka menggelar aksi ini untuk mengingatkan para pemuda Indonesia yang lupa betapa beratnya perjuangan pahlawan untuk membuat kita bersatu dan merdeka.

Suasana antusias penonton berubah haru ketika Dodo dan Gilang CS mulai melakukan aksinya. Mereka yang didandani seolah berlumuran darah terlihat begitu sulit berjalan mempertahankan bendera di pelukan mereka. Para ibu dan janda yang menangis melihat satu persatu pemuda mati dihadapannya. Tak terasa air mata penonton mulai menetes tak tertahankan.

Penasaran bagaimana galeri fotonya?

Chek this out:

 

UKM Bakat Seni Warnai Sumpah Pemuda dengan Menggelar Aksi Teatrikal

UNIT Kegiatan Mahasiswa Bakat Seni Universitas Malahayati mewarnai hari peringatan sumpah pemuda dengan menggelar aksi teatrikal. Aksi itu digelar di halaman gedung rektorat Universitas Malahayati Rabu, 28 Oktober 2015. Mereka menggelar aksi ini untuk mengingatkan para pemuda Indonesia yang lupa betapa beratnya perjuangan pahlawan untuk membuat kita bersatu dan merdeka.

Suasana antusias penonton berubah haru ketika Dodo dan Gilang CS mulai melakukan aksinya. Mereka yang didandani seolah berlumuran darah terlihat begitu sulit berjalan mempertahankan bendera di pelukan mereka. Para ibu dan janda yang menangis melihat satu persatu pemuda mati dihadapannya. Tak terasa air mata penonton mulai menetes tak tertahankan.

Mereka juga mengisahkan betapa ironisnya pemuda sekarang. Mereka yang hanya tinggal menikmati kemerdekaan, namun untuk memperingati hari perjuangan saja seolah acuh.

“Kami sengaja melakukan aksi ini untuk mengingatkan para pemuda-pemudi Indonesia yang mulai kehilangan semangat juangnya. Kita tidak berjuang mengangkat senjata, paling tidak kita mengingat dan mengenang jasa pahlawan kita yang gugur di pertempuran. Itu saja, tidak sulit,” kata Gilang, ketua UKM bakat seni.

Aksi teatrikal ini ditutup dengan puisi yang menyentuh hati. Mereka juga berkeliling sambil orasi tanpa menggangu ketertiban proses belajar mengajar.[]